Dijelaskannya, menurut peranan dan perkembangan sektor ekspor asal daerah ini pada Agustus 2023 produk industri olahan mengalami peningkatan 1,21 persen dibandingkan Bulan Juli. Total ekspor kontribusi sektor industri olahan periode Januari hingga Agustus mencapai 94,78 persen.
“Komoditi ekspor asal Sumbar lebih dominan muat melalui pelabuhan laut Teluk Bayur dari nilai ekspor US$ 223,21 juta. Pada Agustus ini mengalami penurunan senilai 1,01 persen dibandingkan bulan Juli”, pungkasnya.
Sepanjang penjelasan tentang komoditi ekspor asal Sumbar ini adalah komoditi non migas, tidak termasuk komoditi gas, mineral dan batu bara (Minerba).
Impor Meningkat
Sementara nilai impor Sumbar pada Agustus 2023 mencapai US$ 35,89 juta atau terjadi peningkatan sekira 32,54 persen. Jenis barang bahan bakar mineral atau HS 27 US$ 26,91 juta. Singapura paling mendominasi mencapai 51,58 persen sejak Januari hingga Agustus, dan nilai impor didominasi oleh bahan baku penolong yang tercatat di Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sumbar.
Sebanyak US$ 35,89 juta ekspor pada Agustus ini tercatat di KPPBC Sumbar atau meningkat 32,54 persen pada Bulan Juli nilai impor US$ 27,08 juta, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilai impor pada Agustus turun 39,69 persen.
Volume impor terbesar yakni bahan bakar mineral atau HS 27 senilai US$ 26,91 juta. HS 27 yang diimpor adalah jenis komoditi motor sprit, unleaded, of RON 90 dan above but below RON 97 merupakan bahan bakar produk impor paling mendominasi periode Januari hingga Agustus 2023 yakni 73,11 persen.
Komoditi HS 27, RON 90, dan RON 97 Singapore memegang peranan penting total impor ke Sumbar Agustus ini senilai US$ 17,43 juta, secara kumulatif impor Sumbar Januari hingga Agustus 2023 didominasi Singapore mencapai 51,58 persen.
Sedangkan impor bahan baku penolong pada Agustus ini senilai US$ 35,89 juta, bahan ini mengalami peningkatan sebesar 33,15 persen dari bulan sebelumnya.
“Dari total nilai impor pada Agustus tahun ini US$ 35,89 juta sebagian besar melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur mengalami peningkatan 32, 80 persen dibanding bulan sebelumnya”, tutup Novrial.
(Obral)












