BeritaKota PariamanParlemen

Ketua DPRD Kota Pariaman Tinjau Sumber Air untuk Pengembangan Kolam Ikan Masjid Raya Cubadak Mentawai

30
×

Ketua DPRD Kota Pariaman Tinjau Sumber Air untuk Pengembangan Kolam Ikan Masjid Raya Cubadak Mentawai

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim tinjau Sumber Air untuk Pengembangan Kolam Ikan Masjid Raya Cubadak Mentawai
Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim tinjau Sumber Air untuk Pengembangan Kolam Ikan Masjid Raya Cubadak Mentawai. (f/ist)

Melibatkan Generasi Muda

Program pengembangan kolam ikan juga memiliki peluang untuk melibatkan generasi muda.

Pemuda dapat dilibatkan dalam proses pemeliharaan, pencatatan, pemasaran hingga pengembangan usaha.

ADVERTISEMENT

Hal ini penting agar anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga belajar menjadi pelaku usaha.

Apalagi budidaya ikan saat ini dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi. Pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, pencatatan pertumbuhan ikan hingga pemasaran hasil panen dapat dilakukan dengan metode yang semakin modern.

Jika dikembangkan dengan serius, kawasan masjid bahkan dapat menjadi ruang edukasi sederhana bagi masyarakat.

Anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan. Pemuda dapat belajar kewirausahaan. Pengurus masjid memperoleh pengalaman mengelola kegiatan produktif. Sementara masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi.

Satu sumber air akhirnya dapat melahirkan banyak manfaat.

Bukan Sekadar Meninjau

Peninjauan Muhajir Muslim ke lokasi optimalisasi sumber air Masjid Raya Cubadak Mentawai pada akhirnya bukan sekadar agenda melihat kondisi lapangan.

Di balik kunjungan tersebut terdapat gagasan yang lebih besar: bagaimana potensi kecil di tengah masyarakat dapat dikelola menjadi sesuatu yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Sumber air yang selama ini mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal dapat menjadi bagian dari sistem budidaya ikan.

Kolam ikan yang sederhana dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi.

Masjid yang selama ini identik dengan aktivitas ibadah dapat menjadi pusat pemberdayaan.

Dan masyarakat yang selama ini hanya menjadi penerima manfaat dapat didorong menjadi pelaku.

Konsep inilah yang menjadi penting dalam membangun masyarakat dari tingkat paling bawah.

Tidak selalu harus dimulai dari program besar. Terkadang pembangunan justru berawal dari keberanian melihat potensi kecil yang ada di sekitar.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT