BeritaKota Payakumbuh

Reni Unank Ingatkan Masyarakat agar Tak Mudah Terkecoh dengan Tawaran Umrah Murah

384
×

Reni Unank Ingatkan Masyarakat agar Tak Mudah Terkecoh dengan Tawaran Umrah Murah

Sebarkan artikel ini
Kepala Cabang PT. Patra Jaya Humaira, Hj. Reni Unank di Mekkah
Kepala Cabang PT. Patra Jaya Humaira, Hj. Reni Unank di Mekkah. (f/ist)

Mjnews.id – Terkait adanya laporan masyarakat ke aparat penegak hukum sekaitan dugaan penipuan travel Umrah, Kepala Cabang PT. Patra Jaya Humaira, Hj. Reni Unank ikut memberikan komentar.

Pengusaha wanita yang bergerak di bidang travel Umrah tersebut kepada wartawan merasa prihatin dan sedih melihat masyarakat kita yang sudah lama mengumpulkan uang untuk pergi Umrah ke tanah suci Mekkah.

ADVERTISEMENT

“Niat hati ingin ibadah karena Allah SWT, namun yang didapat hanya janji-janji belaka,” kata Hj. Reni Unank saat diskusi dengan wartawan di salah satu cafe pusat Kota Payakumbuh, Jumat 7 Maret 2025 malam.

Sapaan akrab uni Reni Unank juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah diiming-imingi paket umrah harga murah dan berangkatlah dengan biro yang sudah kita kenal pimpinannya, jelas izinnya serta kiprah perusahaan tersebut dalam memberangkatkan Jemaah.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah guru di Payakumbuh melaporkan dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Laporan tersebut telah disampaikan ke Polres Payakumbuh, baru-baru ini.

Kasus ini bermula pada Oktober 2024, ketika salah satu korban, DE (55), mendapat informasi dari rekannya tentang biro perjalanan umrah PT An Najah yang menawarkan paket perjalanan dengan harga terjangkau.

Tertarik dengan penawaran tersebut, DE menghubungi pihak travel melalui WhatsApp dan menerima brosur yang berisi detail paket umrah murah.

Setelah berkomunikasi dengan pihak biro, DE mendaftarkan diri dan keluarganya serta mengirimkan uang secara bertahap hingga total Rp104 juta. Mereka dijanjikan berangkat umrah pada 21 Februari 2025. Namun, hingga saat ini, keberangkatan tersebut tak kunjung terlaksana.

“Kami merasa ditipu. Saya dan keluarga sudah membayar hingga ratusan juta rupiah, tetapi tidak juga diberangkatkan sesuai janji,” sebut DE dalam laporan pengaduannya.

(Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT