BeritaLimapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota Apresiasi Panitia Alek Bakajang Gunuang Malintang

225
×

Bupati Limapuluh Kota Apresiasi Panitia Alek Bakajang Gunuang Malintang

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wabup Limapuluh Kota didampingi Forkopimda saat diwawancarai wartawan, termasuk Trans TV.
Bupati dan Wabup Limapuluh Kota didampingi Forkopimda saat diwawancarai wartawan, termasuk Trans TV. (f/ist)

Sementara Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang yang terlihat tampak didampingi istri, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Elsiwa Fajri, dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran kepala daerah menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi nagari.

“Kita juga mengapresiasi panitia acara Alek Bakajang Gunuang Malintang tahun 2026 ini,” ucap Safni.

ADVERTISEMENT

Bupati Safni juga menyebutkan dan menegaskan arah kebijakan daerah terhadap pelestarian budaya dan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berkomitmen hadir untuk menjaga, merawat, dan menguatkan kearifan lokal di setiap nagari.

Alek Bakajang bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi harmoni sosial Minangkabau yang mempererat hubungan mamak dan kemenakan lintas generasi.

“Tradisi seperti ini harus kita jaga bersama, dan pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan nyata agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” sebutnya.

Terpisah, anggota Lima Puluh Kota H. Chandra yang juga ketua Komisi II DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi PKS menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat adat agar tradisi tetap terpelihara.

“Kegiatan ini membuktikan kekuatan anak kemenakan dalam menjaga warisan adat. Kami berharap dukungan pemerintah semakin kuat agar Alek Bakajang terus menjadi ruang silaturahmi dan pendidikan adat bagi generasi muda,” ujarnya.

Alek Bakajang sendiri telah memperoleh pengakuan nasional melalui Anugerah Pesona API Award kategori budaya takbenda, mempertegas nilai strategisnya dalam khazanah budaya Indonesia.

Silaturahmi Adat, Investasi Sosial

Lebih dari sekadar seremoni, Alek Bakajang menjadi investasi sosial yang menjaga relasi mamak–kemenakan, memperkuat struktur adat, serta menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif masyarakat terhadap tradisi,”beber Chandra.

Dirinya menambahkan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Gunuang Malintang menjadi contoh nyata bagaimana adat tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ini, ia berharap Alek Bakajang terus mendapat dukungan lintas pemangku kepentingan, sehingga kearifan lokal Minangkabau tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ucapnya.

Acara Alek Bakajang tersebut juga tampak dihadiri oleh Wabup Lima Puluh Kota Ahlul Albarito Resha, Waka Polres Lima Puluh Kota, Kapolsek Pangkalan dan Camat Pangkalan serta tamu undangan lainnya.

(Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT