Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy juga menyampaikan hal senada. Ia menyebut, Sumatera Barat telah kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya.
“Ayahanda Azwar Anas, adalah sosok inspiratif bagi seluruh warga Sumatera Barat, dimana beliau tetap disegani dan dihormati sampai akhir hayatnya oleh semua kalangan, tentunya itu tidak mudah. Butuh kebijaksanaan dan dedikasi untuk mencapainya,”ujar Audy dalam keterangan resminya, Minggu (5/3/2023).
Dia menerangkan, semasa hidup Azwar Anas tidak hanya pernah menduduki jabatan Gubernur Sumatera Barat tetapi Almarhum juga pernah menduduki beberapa jabatan penting di Indonesia, diantaranya Menteri Perhubungan dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, serta Ketua Umum PSSI periode 1991-1999.
“Semasa hidup, Ayahanda Azwar Anas tidak hanya pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Sumatera Barat, tetapi beliau juga beberapa kali menduduki jabatan penting di Indonesia, itu adalah bukti keberhasilan beliau sebagai seorang pemimpin,” tegas Audy.
Terakhir, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat berharap semoga apa yang telah diperbuat Almarhum semasa hidup dapat menjadi catatan amal sholeh bagi beliau di hadapan Allah SWT dan kita sebagai penerus dapat mengambil keteladanan dari rekam jejak Almarhum.
Kiprah Azwar Anas Semasa Hidup
Semasa hidupnya Azwar Anas pernah menjabat posisi penting, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.
Dikutip dari Wikipedia, Azwar Anas gelar Datuak Rajo Suleman lahir di Padang, 2 Agustus 1933, adalah seorang tentara, birokrat, politikus dan administrator sepak bola Indonesia.
Ketua Majelis Pembina Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) ini pernah dipercaya sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Pembangunan VI (1993–1998).
Setelah menjabat sebagai Menteri Perhubungan Indonesia pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993).
Sebelumnya ia menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat selama dua periode (1977–1987).
Di bidang olahraga, Azwar Anas pernah menjadi Ketua Umum PSSI 1991-1998.
Selama delapan tahun kepemimpinannya diwarnai berbagai momen penting.
Ia turut andil memprakarsai proyek mercusuar Primavera dan Baretti dengan menggandeng klub Serie A Italia, Sampdoria, untuk mendidik pemain muda Timnas Indonesia.












