Para pemain terbaik Indonesia yang tergabung di Timnas Indonesia U-19 dikirim ke Italia untuk mengikuti turnamen junior Primavera (1993-1994) dan Baretti (1995-1996).
Beberapa nama bintang seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy lahir, dan Bima Sakti lahir dari program ini. Ketiga nama tersebut kini jadi pelatih berbakat yang dimiliki Indonesia
Bima Sakti pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-16 yang sukses menjuara Piala AFF U-16 2022. Bima Sakti dan Kurniawan kini menjadi asisten pelatih Timnas U-23 di bawah kepemimpinan Indra Sjafri.
Terobosan lainnya di sepakbola adalah menggabungkan kompetisi Galatama dengan Perserikatan tahun 1995.
Kendati demikian, Azwar Anas juga dihadapkan dengan rintangan berat ketika terdapat kasus mafia wasit. Selain itu, Azwar Anas juga terbawa-bawa dalam kasus sepak bola gajah di Piala AFF 1998.
Bek Timnas Indonesia Mursyid Effendi diputuskan bersalah oleh FIFA dan tidak boleh tampil di level internasional seumur hidup.
Berbagai kasus besar membuat posisi Azwar Anas terus terpojok. Ia akhirnya memutuskan mundur dari Ketua Umum PSSI pada 1999. Posisinya kemudian digantikan oleh Agum Gumelar.
(*/eds)












