| Enam orang wanita OP digelandang Pol PP Pasbar usai terjaring razia. Berhasil juga menyita puluhan botol minuman keras. (ist) |
Simpang Empat, Mjnews.id – Enam orang Lady Companion (LC) atau wanita OP terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat, Selasa dinihari. Selain itu, juga disita puluhan botol minuman keras.
Pj. Kepala Satpol PP Pasaman Barat, Hendri Wijaya mengatakan, 6 orang OP yang berhasil diamankan di kafe karaoke di Padang Tujuh. Mereka diamankan petugas di saat ada yang sedang melayani tamu di room karaoke, ada juga yang masih stand by menunggu tamu.
“Semua OP yang terjaring razia digelandang ke Mako Pol PP Pasbar. Mereka akan menjalani pemeriksaan oleh PPNS dan menentukan sanksi yang akan diberikan,” ujarnya.
Dia sampaikan, keberadaan kafe karaoke di Padang Tujuh itu sudah menjadi keresahan warga. Laporan masyarakat sudah banyak masuk kepada Bupati dan Pol PP.
Pihak Pol PP pun sudah melakukan monitoring dan pendekatan persuasif terhadap pemilik cafe sambil melihat lokasi kafe tersebut.
“Akan tetapi, setelah beberapa hari kemudian ternyata kita mendengar laporan lagi bahwa kafe tersebut masih beroperasi dengan wanita pemandu karaoke yg sengaja didatangkan dari luar daerah Pasaman Barat,” katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya merencanakan operasi dalam menindaklanjuti informasi masyarakat itu. “Ternyata memang betul, terjaring 6 orang pemandu karaoke dan membawa beberapa botol minuman yang berakohol,” sebutnya.
Dia juga sampaikan, selain membawa 6 orang OP tersebut, petugas juga berhasil menyita puluhan botol minuman keras yang dikonsumsi tamu dan juga para OP saat berada di kafe.
“Kita tidak akan lengah dan jera menertibkan kafe-kafe ilegal, menyediakan wanita -wanita pemandu lagu di Pasaman Barat. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan. Sanksi tegas akan kita berikan kepada mereka yang melanggar, baik untuk wanitanya maupun pemilik kafe,” tegasnya.
Sementara, untuk semua yang terjaring pihaknya masih melakukan pemekrisaan intensif oleh PPNS Pasaman Barat. “Sanksi sudah jelas akan diberikan kepada mereka” timpal Hendri Wijaya.
Dia juga menghimbau agar pemilik kafe mentaati aturan yang berlaku di Pasaman Barat. Dia meminta para pemilik kafe tidak ikut membuat ruang untuk terjadinya perbuatan – perbuatan maksiat di tanah Pasaman Barat. Umumnya pemilik kafe adalah warga Pasaman Barat dan wanita OP nya dari luar Pasbar, tapi mereka menyemarakkan maksiat di Pasaman Barat.
(why)





