Pasaman BaratPendidikanSumatera Barat

Disdik Pasbar bersama B2PMP Sumbar Sosialisasikan Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan

235
×

Disdik Pasbar bersama B2PMP Sumbar Sosialisasikan Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan

Sebarkan artikel ini
Disdik Pasbar bersama B2PMP Sumbar Sosialisasikan Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan
Disdik Pasbar bersama B2PMP Sumbar Sosialisasikan Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan. (f/kominfo)

Mjnews.id – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) selalu berupaya meningkatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan Program Transisi PAUD SD yang menyenangkan bagi peserta didik baru SD.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) juga berupaya menyukseskan ‘Program Transisi PAUD SD yang Menyenangkan’ agar personel Disdik, PAUD dan SD memiliki keseragaman pengetahuan dan persepsi tentang program tersebut.

Dinas Pendidikan Pasbar bekerjasama dengan Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (B2PMP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan advokasi dan sosialisasi terhadap perwakilan pengawas, guru PAUD dan SD, yang dilaksanakan di ruang UKS Disdik Pasaman Barat, pada Senin (19/6/2023).

Kadis Pendidikan Agusli menekankan personel Disdik dan stakeholder terkait untuk mensosialisasikan dan menyukseskan Program Transisi PAUD SD yang menyenangkan di Pasbar, sehingga semua anak usia 6 tahun ke atas tertarik bersekolah di Sekolah Dasar.

“Setelah melalui pendidikan pada tingkat PAUD atau anak berusia enam tahun ke atas, hendaknya mereka melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya (jenjang pendidikan Sekolah Dasar). Mereka siswa baru SD tentu menemukan lingkungan baru yang mungkin bagi sebagian siswa merasa asing. Perasaan asing yang tidak menyenangkan itu harus dikikis atau dihilangkan dengan cara menyuguhkan mereka suasana yang menyenangkan,” kata Agusli.

Di hadapan Kabid PAUD Kasiman, Kabid SD Yarpan, Kasi Kurikulum SD Afriadi, Kasi Paud Rizana, perwakilan pengawas sekolah, perwakilan guru SD dan PAUD, Agusli menyampaikan beberapa hal tentang program transisi. Hal tersebut diantaranya bahwa SD tidak boleh melaksanakan tes Baca Tulis dan Hitung (Calistung) sebagai syarat siswa baru masuk SD.

“Seluruh anak yang berusia 6 tahun ke atas harus bersekolah di SD tanpa tes, para guru kelas 1 SD harus ramah dan tidak pemarah, menyayangi anak-anak dan mengakomodir sebagian program belajar sambil bermain yang ada di PAUD, membimbing anak untuk dapat bersosialisi dengab teman dan lingkungan barunya,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber dari B2PMP Provinsi Sumbar, Eri Satria dalam kesempatan itu menganjurkan dan mempersilahkan para guru menyajikan materi Baca Tulis dan Hitung (Calistung), hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an dan do’a-do’a atau materi pembiasaan sikap baik lainnya di PAUD.

“Sajikanlah materi dengan suasana bermain sambil belajar yang tentu akan menyenangkan bagi anak-anak SD kelas rendah,” ujarnya.

(wal)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600