BeritaJawa TengahTNI

Semangat TMMD ke-128: Ibu-ibu Desa Krangean Turun Tangan Bantu Estafet Batu demi Jembatan Penghubung

20
×

Semangat TMMD ke-128: Ibu-ibu Desa Krangean Turun Tangan Bantu Estafet Batu demi Jembatan Penghubung

Sebarkan artikel ini
Ibu-ibu Desa Krangean Turun Tangan Bantu Estafet Batu demi Jembatan Penghubung
Ibu-ibu Desa Krangean Turun Tangan Bantu Estafet Batu demi Jembatan Penghubung dalam program fisik TMMD ke-128. (f/pendim)

Mjnews.id – Pemandangan tak biasa terlihat dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. Deretan warga Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara bersama Satgas TMMD terlihat berdiri memanjang, membentuk barisan estafet untuk memindahkan batu ke lokasi pembangunan pondasi jembatan penghubung. Dari tangan ke tangan, batu-batu tersebut berpindah dengan ritme yang nyaris tanpa jeda.

Menariknya, tampak belasan ibu-ibu dengan penuh semangat membantu memindahkan material batu secara estafet. Dengan langkah pasti dan raut wajah penuh semangat, mereka tidak ragu ikut mengangkat batu, menyatu dan gotong royong bersama para bapak-bapak.

ADVERTISEMENT

Dengan senyum yang tetap mengembang meski di bawah terik matahari, mereka membuktikan bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama tanpa memandang gender. ​Bahu membahu demi kemajuan desa.

Meski beban yang diangkat tidak ringan, semangat untuk berkontribusi terlihat tidak kalah besar. Bahkan, suara canda ringan sesekali terdengar, memecah lelah di sela aktivitas dan menjadikan pekerjaan berat itu terasa ringan karena dikerjakan bersama.

Wati, salah satu ibu-ibu yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku senang, karena bisa ambil bagian dalam pembangunan jembatan yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.

“Senang rasanya bisa ambil bagian, ya walaupun capek tapi terasa ringan karena disambi ngobrol dan ketawa-ketawa bareng sama warga sini dan bapak-bapak tentara. Dengan ikut membantu, saya harapannya pekerjaan cepat selesai dan jembatan bisa segera dimanfaatkan bersama,” katanya di sela aktivitas, Senin (27/4/2026).

Siti (45), juga mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Menurutnya, pembangunan jalan ini sudah lama dinantikan oleh warga karena akan mempermudah akses ekonomi dan pendidikan.

​”Kami merasa terpanggil. Kalau jalan ini jadi, yang merasakan manfaatnya juga kami semua. Jadi, capek sedikit tidak masalah, yang penting pengerjaannya cepat selesai,” ujar Siti sambil mengoper batu ke rekan di sampingnya.

Apresiasi dari Satgas TMMD ke-128

Kehadiran para wanita ini mendapat apresiasi positif dari personel Satgas TMMD ke-128. Kehadiran mereka di lapangan diakui menjadi suntikan moral dan semangat tambahan bagi para prajurit yang bertugas.

​”Semangat ibu-ibu di Desa Krangean ini luar biasa. Mereka tidak hanya membantu menyediakan konsumsi, tapi juga turun ke lapangan membantu fisik. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sangat solid,” ungkap Serka Anwar salah satu anggota Satgas di lokasi.

Sementara itu, Babinsa Krangean, Serma Jarwono juga menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu-ibu menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan TMMD.

“Kebersamaan ini adalah kunci. Semua saling membantu tanpa melihat peran, baik bapak-bapak atau ibu-ibu, semua punya semangat yang sama untuk membangun,” ujarnya.

Pembangunan jembatan penghubung pun diharapkan dapat mempermudah akses antar wilayah, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas masyarakat. Namun, lebih dari itu semangat gotong royong yang terus tumbuh di tengah proses pembangunan menjadi nilai yang tidak kalah penting.

​Program TMMD ke-128 di Desa Krangean kali ini berfokus pada beberapa sasaran fisik utama, antara lain, ​pelebaran jalan, drainase, pembuatan jembatan, pelebaran jembatan, ​Rehabilitasi RTLH dan lain-lain.

Dari estafet batu, tersirat harapan dan kebersamaan bahwa jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga mempererat ikatan antar warga.

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT