BeritaKota BukittinggiWisata

Jemput Aspirasi, Menteri Pariwisata Berkunjung ke Kawasan Jam Gadang Bukittinggi

21
×

Jemput Aspirasi, Menteri Pariwisata Berkunjung ke Kawasan Jam Gadang Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jam Gadang Bukittinggi
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jam Gadang Bukittinggi. (f/pemko)

Mjnews.id – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana kunjungi kawasan Jam Gadang Bukittinggi, Rabu 29 April 2026, dimaksudkan untuk menjemput aspirasi daerah untuk kebutuhan masing-masing destinasi pariwisata.

Kunjungan tersebut didampingi anggota DPD RI, Irman Gusman, disambut langsung Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

ADVERTISEMENT

Widiyanti menyampaikan, Kementerian Pariwisata melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Sumatera Barat untuk mendengar aspirasi dari pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi yang mencakup investasi, infrastruktur, promosi serta penyelenggaraan event, termasuk Bukittinggi.

“Jadi hari ini kita mendata dan menstrategikan pariwisata agar bisa dikembangkan seperti destinasi jam gadang untuk lebih terkenal lagi. tahun ini Bukittinggi berusia 100 tahun, Kementerian Pariwisata sangat mendukung seluruh program-program yang akan dilaksanakan. Kami juga menerima undangan dari Wali Kota Bukittinggi untuk menghadiri seminar dalam rangka peringatan 100 tahun jam gadang tersebut,” jelasnya.

Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Sementara Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan posisi penting Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa.

Menurut Mahyeldi, Bukittinggi bukan sekadar kota wisata, tetapi salah satu pusat sejarah paling penting dalam perjalanan Republik Indonesia, terutama sebagai ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia.

“PDRI adalah penyambung nyawa Indonesia. Kalau tidak ada PDRI, tidak akan ada Indonesia,” tegas Mahyeldi.

Ia mengatakan, jejak sejarah yang dimiliki Bukittinggi harus dijaga dan diperkuat sebagai identitas kota sekaligus destinasi wisata sejarah nasional.

“Ini harus diabadikan. Pemerintah Provinsi tentu mendukung langkah Pemerintah Kota Bukittinggi agar kawasan ini menjadi destinasi historis yang kuat,” katanya.

Mahyeldi menyebut Bukittinggi memiliki rekam sejarah panjang, mulai dari era pemerintahan kolonial Belanda, pendudukan Jepang, ibu kota Sumatera Tengah, hingga pusat pemerintahan darurat republik. Seluruh catatan sejarah itu, kata dia, harus terdokumentasi secara serius.

“Dokumen seluruh sejarah dan peristiwa penting di Bukittinggi harus dicatat lebih baik. Itu yang akan mengokohkan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT