BeritaKabupaten Agam

Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Agam

774
×

Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Agam

Sebarkan artikel ini
Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Agam
Satgas Evaluasi Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Agam timur. (f/pemkab)

Mjnews.id – Faktor komunikasi dan sinergitas serta kerjasama di antara komponen dan satgas yang terlibat merupakan salah satu kunci keberhasilan penanggulangan bencana di samping banyaknya korban yang bisa dievakuasi.

Hal itu juga tergambar dalam penanganan paska banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan tanah longsor yang terjadi Sabtu 11 Mei 2024 yang lalu di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Agam bagian timur.

ADVERTISEMENT

Dalam meningkatkan sinergitas tersebut Pemerintah Daerah dan Satgas lakukan rapat evaluasi harian, Rabu 15 Mei 2024, yang diselenggarakan di posko utama penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor SDN 08 Simpang Bukik Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang dengan melibatkan 6 Kecamatan terdampak yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Budi Prawiranegara.

Rapat evaluasi yang ketiga kalinya ini merupakan cara dalam membangun serta memelihara kesinambungan komunikasi dan kerjasama yang solid guna mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan seperti evakuasi korban, penyaluran bantuan pemakanan, merencanakan langkah-langkah berikutnya serta mencari solusi tentang hambatan-hambatan yang ditemui sekaligus menerima laporan dari masing-masing Satgas.

“Sesuai arahan Bupati Agam setiap sore pada masa tanggap darurat , Kami selalu melakukan rapat evaluasi guna menentukan langkah-langkah yang perlu diambil dalam penanganan bencana ini serta mencari jalan keluar terhadap masalah yang timbul dan membangun komunikasi yang lebih intens,” kata Budi melalui Kabid KL Ichwan Putra Danda.

Dia menyambung keterangannya bahwa sengaja rapat dilaksanakan pada sore hari guna mendapatkan informasi yang lengkap terhadap protap yang telah dilakukan serta memperbaiki kekurangan sarana prasarana pendukung untuk keesokan harinya.

“Jika ada sarana prasarana yang kurang dalam melakukan evakuasi untuk esok hari kita bicarakan juga dalam rapat ini agar dapat kita tentukan cara mengatasinya dengan menyampaikan pada pimpinan atau minta bantuan kepada pihak-pihak terkait,” sambung Ichwan.

Peserta rapat evaluasi ini adalah satgas yang terdiri dari BPBD, Pol PP Damkar, anggota TNI/Polri, SAR dan Walinagari beserta perangkat, para relawan, masyarakat, LSM serta 7 Kecamatan yang terdampak seperti Kecamatan Canduang, Sungai Pua, IV Koto, Ampek Angkek, Palembayan, Malalak dan Palupuah dengan menghadirkan para camatnya.

Terakhir, ia katakan sajauh ini satgas tidak menemui kesulitan yang berarti dalam melakukan penanggulangan dan evakuasi korban bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang terjadi dan pada hari kelima satgas telah mengevakuasi 22 korban meninggal dunia.

“Besok kita akan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih belum ditemukan serta menerima/menyalurkan bantuan dari para donatur dan kita berharap semua korban bisa kita evakuasi serta bencana ini tidak terulang kembali,” tutup Ichwan.

(jef)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT