BeritaParlemenSumatera Barat

Suwirpen Suib Prihatin Terhadap Kasus Kekerasan Anak di Sumbar

925
×

Suwirpen Suib Prihatin Terhadap Kasus Kekerasan Anak di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib saat membuka Bimtek Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat Angkatan VII
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib saat membuka Bimtek Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat Angkatan VII di sebuah hotel di Kota Padang. (f/humas)

Mjnews.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Suwirpen Suib, mengungkapkan keprihatinannya terhadap beberapa kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Sumbar.

Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah penganiayaan terhadap anak berusia 13 bulan yang dilakukan oleh ayah tiri, yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

ADVERTISEMENT

Keprihatinan tersebut diungkapkan Suwirpen saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat Angkatan VII di sebuah hotel di Kota Padang pada Selasa 16 Juli 2024.

“Kasus kekerasan terhadap anak berusia 13 bulan yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh ayah tirinya tengah menjadi sorotan masyarakat Sumbar. Ke depan, kasus serupa jangan sampai terulang. Seluruh pihak harus mengawasi dan mencegah kekerasan terhadap anak,” ujar Suwirpen.

Politisi dari Partai Demokrat ini mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan kasus kekerasan anak kepada pihak berwenang, salah satunya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

“Jika tidak ada yang melaporkan, siapa yang akan mengetahui? Apakah harus menunggu korban kekerasan meninggal dunia terlebih dahulu?” tambahnya.

Suwirpen juga menyoroti fenomena eksploitasi anak di lampu merah, di mana anak-anak dipaksa bekerja hingga belasan jam. Ia menekankan bahwa tidak hanya kekerasan fisik yang perlu menjadi perhatian, tetapi juga eksploitasi yang menyebabkan anak-anak merasa teraniaya.

“Banyak anak-anak yang dibawa untuk meminta sedekah di persimpangan jalan hingga lampu merah. Mereka berhujan dan berpanas setiap hari, bahkan ada yang sampai sakit dan meninggal dunia,” katanya.

Menurut Suwirpen, perlindungan anak dari kekerasan adalah tanggung jawab bersama. Seluruh unsur masyarakat harus terlibat untuk melindungi anak-anak agar angka kekerasan tidak terus meningkat setiap tahun.

(hpr)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT