BeritaMalangParlemen

Amarta Faza: Program MBG Dorong Ekonomi Desa di Kabupaten Malang Lewat Circular Economy Village

688
×

Amarta Faza: Program MBG Dorong Ekonomi Desa di Kabupaten Malang Lewat Circular Economy Village

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, ST, MT, sampaikan sambutan dalam Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan Bersama DPRD Kabupaten Malang Tahun 2025
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, ST, MT, sampaikan sambutan dalam Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan Bersama DPRD Kabupaten Malang Tahun 2025. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Amarta Faza, ST, MT, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap perekonomian desa.

Pernyataan itu disampaikan Faza dalam kegiatan “Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan Bersama DPRD Kabupaten Malang Tahun 2025” yang digelar di Kecamatan Pakis, Rabu (24/9/2025).

ADVERTISEMENT

Acara tersebut mengangkat tema “Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal Desa.”

Faza menjelaskan, program ini mengusung konsep Circular Economy Village, di mana desa berperan sebagai lumbung pangan melalui optimalisasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM pengolahan makanan. Bahan baku pangan untuk MBG dipasok langsung dari desa, sehingga rantai distribusi lebih singkat dan ketergantungan pada suplai luar dapat ditekan.

“Dengan meningkatnya permintaan pangan lokal, pendapatan UMKM dan BUMDes otomatis terdongkrak. Para pelaku usaha kecil memiliki pasar yang pasti, sementara koperasi desa berfungsi sebagai penyedia bahan baku utama,” terang Faza.

Ia menambahkan, produksi dan distribusi makanan bergizi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Mulai dari tenaga dapur SPPG, logistik, hingga relawan gizi, semua ikut terlibat dalam rantai ekonomi desa.

Selain menjadi strategi perbaikan gizi, program ini dinilai mampu menumbuhkan kemandirian desa. Dengan roda ekonomi yang berputar di tingkat lokal, desa lebih berdaya dan mampu menggerakkan pembangunan berbasis potensi sendiri.

“Program ini menggabungkan pembangunan gizi dan ekonomi secara bersamaan. Perbaikan kualitas sumber daya manusia dipadukan dengan penguatan ekonomi desa, sehingga kontribusi nyata bagi terwujudnya Generasi Emas 2045 semakin dekat,” pungkasnya.

(rmn)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT