BeritaKabupaten Sijunjung

Pemkab Sijunjung Gelar Diseminasi Data Kematian Maternal-Neonatal serta Publikasi Hasil Pengukuran Stunting

342
×

Pemkab Sijunjung Gelar Diseminasi Data Kematian Maternal-Neonatal serta Publikasi Hasil Pengukuran Stunting

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sijunjung Gelar Diseminasi Data Kematian Maternal-Neonatal serta Publikasi Hasil Pengukuran Stunting
Pemkab Sijunjung Gelar Diseminasi Data Kematian Maternal-Neonatal serta Publikasi Hasil Pengukuran Stunting. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Sijunjung menunjukkan keseriusan dalam menekan angka kematian ibu, bayi, dan stunting dengan menggelar Diseminasi Data Kematian Maternal-Neonatal serta Publikasi Hasil Pengukuran Stunting di Balairung Lansek Manih, Senin (24/11/2025).

Diketahui, maternal itu merupakan pelayanan kesehatan yang berfokus pada ibu. Sedangkan neonatal merupakan bayi baru lahir dari masa kehamilan, persalinan, hingga 28 hari setelah lahir.

ADVERTISEMENT

Acara strategis ini tidak sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi forum penting untuk membaca kondisi kesehatan daerah secara lebih jernih dan menetapkan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S.Pt, yang hadir bersama jajaran pejabat daerah seperti Asisten I Aprizal, M.Si, Kepala BPS, kepala OPD, Camat, Walinagari, pimpinan Puskesmas, narasumber, hingga mitra kesehatan dan pembangunan desa.

Setiap Angka Kematian adalah Nyawa yang Seharusnya Selamat

Dalam sambutan penuh penekanan, Wakil Bupati Iraddatillah menyampaikan bahwa angka kematian ibu dan bayi baru lahir adalah indikator paling sensitif untuk melihat kualitas layanan kesehatan suatu daerah.

“Ini bukan angka-angka di atas kertas. Setiap kematian ibu atau bayi adalah tragedi — kehilangan nyawa yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya layanan kesehatan yang menyeluruh untuk ibu dan bayi, mulai dari pemeriksaan kehamilan yang rutin, persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga pemantauan ketat pada masa nifas dan neonatal.

Menurutnya, data yang dipaparkan dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi catatan tahunan, tetapi menjadi dasar kuat bagi kebijakan, intervensi, dan evaluasi program kesehatan Ibu dan Anak ke depan.

Wabup Iraddatillah juga menyoroti pentingnya penanganan stunting yang masih membutuhkan aksi cepat dan terstruktur.

“Sektor kesehatan tidak bisa bekerja sendirian. Pemerintah, pendidikan, organisasi profesi, tokoh masyarakat dan agama, hingga keluarga — semua harus bergerak bersama,” ungkapnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT