Opini

Humas vs Krisis

285
×

Humas vs Krisis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi manajemen krisis
Oleh: Alvi Manara Nasution
Mjnews.id – Mjnews.id – Dalam sebuah pemerintahan, posisi humas menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat dengan membangun citra yang baik. Seorang humas juga tentunya akan sangat memberikan sebuah pengaruh yang sangat luar biasa, karena membuat masyarakat bisa menyampaikan keluhan terhadap beberapa kebijakan yang dianggap merugikan. Sejatinya humas juga menjadi pemeran penting dalam sebuah instasni karena mereka juga menjadi tameng dalam sebuah instansi, bisa menjaga citra positifnya apalagi mengingat bagaimana saat ini, dimulai dari tahun lalu citra pemerintahan mulai hancur akibat beberapa krisis dan juga berita miring yang ada.
Ibarat api dan air, Humas juga memiliki lawan yang sangat sulit tentunya bukan masyarakat ataupun sebuah aturan dalam instansi, namun sebuah krisis bisa menghancurkan citra sebuah instansi bahkan humas tersebut. Citra baik yang dibangun juga akan bisa hancur dengan mudah apabila sebuah krisis ini datang menghancurkan sebuah instansi tersebut. Maka tentunya humas juga harus lebih terarah dan juga bisa berfikir keras agar bisa menanggulangi sebuah masalah yang datang kepada sebuah instansi tersebut. Krisis tentunya bukan hanya sebuah masalah kecil namun krisis merupakan sebuah masalah yang besar dan juga bisa saja menghancurkan citra dan kepercayaan masyarakat karena bisa saja krisis tersebut memang memberikan sebuah pengaruh besar bagi semua kalangan.
Salah satu contoh kasus krisis yang terjadi pada ranah pemerintahan yaitu masalah covid-19 sejak dua tahun lalu yang melanda seluruh dunia. Dalam kasusnya, bukan korban yang bertebaran saja menjadi permasalahan namun masalah kepercayaan masyarakat menjadi puncak utama dalam permasalahan yang saat ini menjadi kendala krisis di masa itu. Kita melihat bagaimana sulitnya masyarakat percaya pada masalah covid, bahkan mereka beranggapan ini hanya sebuah permainan yang di buat oleh pemerintah untuk membunuh masyarakat.
Tentunya ini sudah menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berguna bagi seorang humas dalam memberikan dan membangun citra baik pada masyarakat. Karena sejatinya semua masyarakat belum tentu paham dengan beberapa hal yang menjadi krisis terutama yang berkaitan dengan pemerintahan mereka akan cenderung menyalahkan dan bahkan merasa tidak percaya terhadap apapun yang dikatakan oleh pemerintah karena bagi mereka itu hanya omomng kosong belaka. Tentunya sebagai seorang humas bukan berarti ketika menganggap sebuah isu yang terjadi dalam sebuah instansi itu adalah hal yang kecil karena hal tersebut akan memberikan sebuah dampak yang sangat luar biasa bagi sebuah instansi pemerintahan. 
Krisis memang akan selalu datang dimanapun sebuah instansi tersebut berdiri, karena ibarat sebuah jalan tidak akan semua yang mulus pasti ada yang bergelombang atau mungkin berlobang maka tentunya kita perlu hati-hati agar tidak terjatuh pada jalan yang rusak tadi.
Sama halnya dengan sebuah instansi pemerintahan seorang humas harus bisa berhati hati dalam menjalankan tugasnya karena belum tentu semua orang bisa menerima sebuah kebijakan yang diberikan, tentunya menjadi seorang humas harus tetap bisa membangun sebuah hubungan yang baik untuk masyarakat sebagai bentuk menjaga citra baik kepada masyarakat. Dengan demikian seorang humas harus mampu mengendalikan sebuah krisis yang terjadi karena hal itu akan membuat dampak baik dan bisa juga buruk tergantung bagaimana seorang humas tersebut bisa mengendalikan krisis dan tetap bisa memberikan citra baik tersebut bagi masyarakat.
Humas dan krisis adalah dua hal yang tidak akan terpisahkan. Jika kedua ini akan berhadapan akan banyak hal yang bisa terjadi bisa saja humas akan bisa mengalahkan krisis tersebut atau mungkin malahan krisis tersebut yang mengalahkan seorang humas. Krisis yang akan terjadi bisa saja datang dalam bentuk apapun namun apapun bentuknya ia tetap akan merugikan dan akan menjatuhkan seorang humas bahkan seluruh instansinya. Sementara seorang humas harus bisa memberikan tenaga dan pemikiran lebih agar tentunya bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi instansinya.
Sejatinya seorang humas juga memerlukan sebuah strategi khsus dalam menangani sebuah krisis yang bisa saja terjadi kapun dan dimanapun karena sebuah krisis memberikan dampak yang sangat baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. 
Humas memang sejatinuya adalah sebuah pekerjaan yang memang berhubungan langsung dengan masyarkat atau seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa humas adalah jembatan antara instansi kepada masyarakat. Dimana humas merupakan sebuah pengelola strategi yang disiapkan oleh sebuah instansi untuk dapat tetap mempertahankan sebuah citra baik kepada masyarakat dengan menggunakan sebuah strategi yang telah disiapkan. Hal itu juga diharapkan bisa tetap bisa bertahan walaupun sebuah krisis datang menghadang.
Di mana pun seorang humas berdiri, di situ akan tetap ada krisis yang mengikutinya maka dapat di arrtikan bahwasanya humas memang betul betul tidaklah sebuah pekerjaan yang mudah yang pekerjaan hanya sekadar berkomunikasi dengan masyarakat namun ia juga harus bisa membangun citra baik dan juga bisa menyelesaikan sebuah krisis yang akan terjadi pada sebuah instansi tempat ia bekerja.
Menjadi humas bukanlah hal mudah karena kita akan tetap berhadapan dengan beberapa hal yang bahkan kita tidak bisa diprediksi. Namun ternyata setelah dilihat secara langsung kelemahan humas juga datang dari tidak adanya persiapan yang akhirnya membuat banyak masalah yang terjadi bahkan datang di luar pemikiran humas tersebut. Setidaknya humas harus bisa memberikan sebuah dampak yang baik bagi sebuah instansi dan bahkan memberikan dampak baik juga kepada masyarakat karena humas adalah jembatan antara keduanya.
(Penulis, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas, Limau Manis Kota Padang)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *