BeritaKabupaten AgamSumatera Barat

Ini Lokus Penanganan Stunting Pemkab Agam untuk Tahun 2025

138
×

Ini Lokus Penanganan Stunting Pemkab Agam untuk Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Rapat Satgas Stunting Kabupaten Agam
Rapat Satgas Stunting Kabupaten Agam. (f/pemkab)

Mjnews.id – Lokus penanganan stunting Kabupaten Agam tahun 2025 ditetapkan sebanyak 31 Nagari yang tersebar di beberapa kecamatan, berdasarkan analisis 4 indikator yaitu prevalensi stunting, jumlah Penderita stunting, keluarga beresiko stunting dan peta kerawanan pangan.

Penambahan indikator ini ditujukan untuk mempertajam analisis kejadian stunting mengingat tahun 2024, Pemkab Agam telah berhasil menekan prevalensi stunting di bawah target nasional yaitu 14 persen.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Penetapan ini berdasarkan kesepakatan Satgas Stunting Kabupaten Agam OPD dalam rapat yang diselenggarakan oleh Bappeda, dipimpin oleh Sekretaris Bappeda, Meilinda, di Kantor Bappeda Padang Baru, Lubuk Basung, Senin 1 April 2024.

“Lokus stunting untuk Tahun 2025 akan ditindaklanjuti dengan surat keputusan Bupati Agam, sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam intervensi program penanganan stunting melalui kolaborasi antar OPD sesuai dengan tugas dan tanggung jawab OPD dan permasalahan stunting di lokus tersebut, yang dimuat melalui melalui perencanaan daerah Tahun 2025,” terang Meilinda.

Selanjutnya, Dia juga menjelaskan bahwa berdasarkan data stunting Nasional E-PPGBM, angka stunting Kabupaten Agam pada tahun 2023 yaitu 6,966 persen. Untuk tahun 2025, perlu disusun strategi penanganannya dengan mengintegrasikan perencanaannya pada dokumen perencanaan tahunan.

“Angka stunting Kabupaten Agam tahun 2023 yaitu 6,966 persen dan untuk tahun 2025 akan disusun strategi dan akan diintegrasikan dalam dokumen perencanaan,” jelasnya.

Di samping itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Arma Citra, sebagai salah seorang narasumber menyampaikan bahwa angka stunting Kabupaten Agam turun dan telah berada di bawah angka stunting nasional.

“Masih terdapat beberapa nagari yang mengalami prevalensi angka stunting yang cukup tinggi dan dengan penetapan lokus ini kita akan lebih fokus dalam penanganan masalah penanggulangan,” kata Armacitra.

(jef)

Kami Hadir di Google News