BeritaKabupaten Agam

Hadirkan 3 Narasumber, LSF RI Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Agam

116
×

Hadirkan 3 Narasumber, LSF RI Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Agam

Sebarkan artikel ini
LSF RI Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Agam
LSF RI Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri di Agam. (f/pemkab)

Mjnews.id – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Rabu 24 April 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak diantaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Kemendikbudristek, Undri, Ketua Sub Komisi Penelitian dan Pengkajian LSF Kuat Prihatin, termasuk kepala SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Agam, pelajar, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, serta kalangan media.

Anggota LSF RI, Noorca M. Massardi, Wakil Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Wahendra (Kabid Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat), dr. Rahmadonal M Iqbal (Juara LIDA Indosiar 2021), dan Verio Hasferi (Uda Rio), content creator dari “Garundang”, turut menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Dr. Naswardi, Ketua Komisi III LSF RI, dalam sambutannya mengatakan bahwa LSF RI terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan Budaya Sensor Mandiri.

“Gerakan ini sebagai literasi dan edukasi masyarakat untuk memilah tontonan sesuai klasifikasi usia,” terangnya.

Ia juga menegaskan kriteria film yang perlu diperbaiki, termasuk kekerasan, narkotika, pornografi, penjatuhan harkat dan martabat, serta pelecehan agama.

Untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak negatif film dan iklan film, LSF menyadari, tidak cukup hanya dengan kebijakan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Masyarakat dan publik perlu mendapatkan pendidikan dan pengetahuan terhadap film dan iklan film melalui penguatan fungsi literasi.

“Sehingga masyarakat memiliki kepedulian dan kesadaran untuk memilah dan memilih tontonan sesuai dengan klasifikasi usia dan peruntukannya. Literasi ini diwujudkan dalam bentuk pemasyarakatan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri,” kata Naswardi.

Ada beberapa program turunan dari GNBSM, salah satunya adalah Program Desa Sensor Mandiri. LSF telah memulai melakukan inisiasi dan Sosialisasi Desa Sensor Mandiri pada tahun 2021.

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600