BeritaOlahragaSumatera Barat

Vasko Ruseymi jadi Ketua IPSI Sumbar, Menpora Dorong Silat Masuk Olimpiade

472
×

Vasko Ruseymi jadi Ketua IPSI Sumbar, Menpora Dorong Silat Masuk Olimpiade

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus IPSI Sumbar
Pelantikan pengurus IPSI Sumbar masa bhakti 2025-2029. (f/pemprov)

“Kami siap berkontribusi untuk membawa silat Indonesia ke level dunia,” katanya.

Vasco menegaskan, pendekatan yang akan ia bangun tidak akan mengorbankan akar tradisi. Justru sebaliknya, nilai-nilai kearifan lokal akan menjadi panduan bagi pihaknya dalam menjalankan program.

ADVERTISEMENT

“Silat prestasi harus punya ruh. Dan ruh itu lahir dari silek tradisi Minang,” tegas Ketua IPSI Sumbar, Vasko Ruseimy.

Dalam waktu dekat, Vasco menyatakan akan segera menyusun tim kerja bersama tuo silek, pelatih, akademisi, dan pegiat olahraga untuk memformulasikan gagasan tersebut menjadi sebuah dokumen strategis. Ia berharap, rencana tersebut dapat didukung penuh oleh semua pihak terkait.

Silat Juga Bagian dari Pendidikan Karakter

Sementara Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengatakan bahwa silat adalah bagian dari sistem pendidikan non formal yang kaya akan nilai budaya, agama dan kearifan lokal di Sumbar.

Pelantikan Ketua IPSI Sumatera Barat (Sumbar) tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga ruang refleksi bagi para pemangku kepentingan tentang pentingnya pencak silat dalam pendidikan karakter generasi muda.

“Silat tidak hanya soal bela diri, tapi juga ajaran tentang kesabaran, keberanian, kejujuran, dan disiplin. Ini sejalan dengan nilai-nilai luhur Minangkabau dan Islam,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.

Mahyeldi menjelaskan, dahulunya di Sumbar, silat diajarkan di surau-surau setelah salat Isya, dipandu oleh para ulama dan tuo silek. Ini menandakan bahwa silat tidak hanya sekadar gerak fisik, tetapi juga sarana pendidikan spiritual dan moral.

“Silat adalah madrasah kehidupan. Ini yang harus kita bangun kembali di tengah generasi muda hari ini,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan atlet tidak bisa instan. Harus dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia meminta IPSI Sumbar untuk membangun ekosistem pembinaan yang kuat dari tingkat nagari hingga provinsi.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT