pemkab muba
BeritaKemensosNasionalPendidikan

Sekolah Rakyat: Disiplin Tidur dan Bebas Gawai

453
×

Sekolah Rakyat: Disiplin Tidur dan Bebas Gawai

Sebarkan artikel ini
Simulasi Sekolah Rakyat rintisan di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur
Simulasi Sekolah Rakyat rintisan di Sentra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur. (f/biro humas kemensos)

Sekolah ini akan didukung oleh 12 guru, terdiri dari 6 laki-laki dan 6 perempuan.

Pada hari kedua simulasi, kegiatan diawali dengan salat subuh, dilanjutkan senam pagi, sarapan, mandi, dan pengenalan lingkungan serta fasilitas sekolah. Para siswa dibagi menjadi tiga kelompok, didampingi guru untuk berkeliling mengenal sarana dan prasarana.

ADVERTISEMENT

Setelah makan siang bersama, mereka dibereskan dan dipulangkan, disambut antusias oleh orang tua di gerbang sekolah.

Salah satu murid, Muhammad Haris, menyatakan kegembiraannya mengikuti simulasi selama 2 hari 1 malam.

“Senang banget. Enggak sabar mau sekolah di sini. Soalnya di sini enak, enggak stres karena banyak belajar sambil bermain,” ucapnya polos, menggambarkan suasana belajar yang menyenangkan meskipun dengan disiplin tinggi.

Inovasi pendidikan yang diterapkan Kemensos melalui Sekolah Rakyat ini menarik untuk dicermati. Akankah model disiplin ketat tanpa gawai ini menjadi cetak biru bagi pendidikan di masa depan.

(*/eki)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT