Tak berhenti di situ, Roby juga menyoroti program prioritas Desa, mulai dari transformasi Gerbang Kampung menjadi Bangun dan Majukan Kampung Kita, program Griya Karya Kita, hingga dorongan agar setiap Desa dan Kelurahan mampu menciptakan minimal satu produk unggulan.
Ia juga mengapresiasi capaian empat desa di Teluk Sebong yang sudah berstatus Desa Mandiri, yakni Desa Ekang Anculai, Sebong Lagoi, Sri Bintan dan Sebong Pereh.
Lebih lanjut, Bupati Roby mengajak seluruh RT/RW untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga kebersihan, keamanan, serta ketertiban lingkungan. Kolaborasi RT/RW sangat dibutuhkan untuk mendukung program Pemerintah, termasuk pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, hingga pencegahan anak putus sekolah,” jelasnya.
Berkenaan isu nasional (kenaikan tarif PBB) yang sedang bergejolak di berbagai daerah di Indonesia saat ini, Dalam kesempatan tersebut, Roby menegaskan bahwa di Bintan tidak ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk masyarakat umum, terkecuali bagi kawasan investasi maupun bisnis.
Bahkan, PBB dengan nilai di bawah Rp. 50 ribu akan digratiskan. Selain itu, denda PBB dihapuskan hingga akhir tahun sebagai bagian dari program ‘Promo Kemerdekaan’.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi dua arah, dimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, masukan maupun kritik. Beberapa catatan yang didapatkan dari pertemuan ini akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan penyusunan anggaran tahun mendatang.
“Kita ingin setiap usulan dari masyarakat bisa dicatat dan dipertimbangkan, sehingga program ke depan sesuai kebutuhan bersama,” pungkasnya.
(*/isb)












