BeritaKota SawahluntoUNP

Tim PPK Ormawa UKFF UNP Hadirkan Maskot Si Gung di SISSCa 2025

693
×

Tim PPK Ormawa UKFF UNP Hadirkan Maskot Si Gung di SISSCa 2025

Sebarkan artikel ini
Tim PPK Ormawa UKFF UNP Hadirkan Maskot Si Gung di SISSCa 2025
Tim PPK Ormawa UKFF UNP Hadirkan Maskot Si Gung di SISSCa 2025. (f/ist)

Mjnews.id – Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 kembali menjadi sorotan pada 5–7 September 2025.

Festival budaya yang masuk dalam jajaran 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) ini menampilkan perpaduan seni, tradisi, dan inovasi yang membawa songket Silungkang ke panggung nasional bahkan internasional.

ADVERTISEMENT

Di tengah meriahnya parade kostum dan atraksi budaya, Tim PPK Ormawa UKFF Universitas Negeri Padang (UNP) turut hadir dengan menghadirkan maskot Si Gung.

Kehadiran maskot ini menjadi daya tarik tersendiri karena merepresentasikan semangat kebersamaan, kreativitas mahasiswa, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Penampilan Si Gung sukses mencuri perhatian penonton sekaligus menambah kemeriahan karnaval.

Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal, menyampaikan rasa bangganya.

Disebutkannya, SISSCa bukan hanya sebuah festival, tapi juga momentum kebersamaan masyarakat Silungkang dengan generasi muda. Kehadiran mahasiswa UNP lewat maskot Si Gung menunjukkan bahwa budaya ini hidup dan terus berkembang.

“Saya meyakini keterlibatan mereka akan membawa semangat baru bagi pelestarian songket Silungkang,” tutur Ferdinal, Senin 8 September 2025.

Sementara itu, Falyanzuril Ihsan, Ketua Pelaksana Tim PPK Ormawa UKFF UNP, menegaskan komitmen timnya dalam mendukung festival ini.

“Kami merasa terhormat bisa ikut berkontribusi dalam SISSCa 2025. Maskot Si Gung yang kami hadirkan adalah simbol semangat kami sebagai mahasiswa untuk ikut menjaga, mengenalkan, dan mengembangkan songket Silungkang. Semoga langkah ini dapat memberi inspirasi kepada generasi muda lainnya untuk selalu bangga dengan budaya lokal,” imbuhnya.

Festival SISSCa 2025 membuktikan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga mahasiswa. Dengan adanya inovasi seperti maskot Si Gung, songket Silungkang tidak hanya tampil sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber inspirasi kreatif yang relevan dengan zaman.

Dirinya menegaskan bahwa SISSCa 2025 di Sawahlunto menjadi bukti bahwa budaya mampu hidup dan berkembang ketika dijaga bersama. Kehadiran mahasiswa UNP lewat maskot Si Gung memperlihatkan bahwa tradisi tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga dikemas dengan cara baru yang menarik generasi muda.

Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, songket Silungkang akan terus bersinar, tak hanya di mata masyarakat lokal, tapi juga di kancah nasional dan internasional.

(Uni)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT