BeritaKemendagriNasional

Kemendagri Gelar Penganugerahan PEKPPP Mandiri 2025, Tomsi Tohir Beri Peringatan Keras

619
×

Kemendagri Gelar Penganugerahan PEKPPP Mandiri 2025, Tomsi Tohir Beri Peringatan Keras

Sebarkan artikel ini
Kemendagri Gelar Penganugerahan PEKPPP Mandiri 2025
Kemendagri Gelar Penganugerahan PEKPPP Mandiri tahun 2025. (f/puspen)

Mjnews.id – Apresiasi unit kerja yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Penganugerahan Hasil Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Selain itu, penganugerahan ini juga dimaksudkan untuk menyampaikan hasil evaluasi serta rekomendasi perbaikan, sekaligus menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat antarunit kerja guna meningkatkan mutu layanan publik.

ADVERTISEMENT

Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kemendagri, Evan Nur Setya Hadi menegaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kualitas pelayanan publik yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Ia menambahkan, penilaian PEKPPP Mandiri merupakan bagian dari komitmen reformasi birokrasi untuk mendorong perbaikan berkelanjutan pada unit-unit pelayanan di lingkungan Kemendagri. Penilaian ini juga menjadi bagian dari rangkaian evaluasi pelayanan publik secara nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen seluruh unit kerja dalam pelaksanaan penilaian mandiri tahun 2025. Semoga kegiatan ini menjadi pemicu untuk berbenah dengan terus-menerus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil penilaian PEKPPP tahun ini beragam, mulai dari A, A-, B, B-, hingga C. Ia meminta unit kerja yang meraih nilai B, B-, dan C untuk segera melakukan langkah perbaikan.

“Bagi yang B dan B- serta C, itu saya beri waktu satu bulan untuk melakukan perbaikan. Satu bulan cukup,” ucapnya.

Tomsi menekankan, dasar dari setiap tindakan yang baik adalah semangat melayani. Ia mengutip ajaran agama bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Jika tidak melakukan hal tersebut, berarti bukan manusia yang terbaik. Jika tidak ingin melayani, berarti tidak ingin berbuat baik.

“Untuk apa pintar, kalau melayani saja tidak mampu. Untuk apa kalau dia tidak melihat lingkungannya, tidak memberikan perhatian kepada lingkungannya,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT