Ia juga mengatakan, pengungkapan kasus Narkoba tiap tahunnya mengalami peningkatan.
“Tahun 2023 lalu jumlah kasus narkoba yang diungkapkan mencapai 46, tahun ini naik jadi 55 kasus,” ujarnya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol. Wedy Mahadi saat memberikan Asistensi menyebutkan bahwa Asistensi yang dilakukan ke kampung Narkoba juga untuk melihat penanganan dan pencegahan Narkoba.
“Kami datang untuk lihat penanganan dan kampung bebas dari Narkoba, apakah bergerak efektif atau aktif saat kegiatan saja,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, sebagai daerah perlintasan, Kabupaten Limapuluh Kota rawan terjangkit Narkoba.
“Sebagai daerah transit, Kabupaten 50 Kota rawan terjangkit Narkoba. Empat bulan saya bertugas sebagai Dir Resnarkoba, ada tersangka yang kami tangkap berasal dari daerah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha menyebutkan bahwa berdasarkan data BNN, dari 79 Nagari yang ada di 13 Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota terdapat 37 Nagari dengan posisi siaga dan 7 Nagari waspada Narkoba.
“Data BNN Payakumbuh, 79 Nagari terdapat 35 aman, 37 siaga 7 waspada Narkoba, kondisi ini menjadi keprihatinan kita bersama,” sebutnya.
(Yud)










