BeritaSolok Selatan

Pemkab Solok Selatan Imbau Masyarakat Berhati-Hati di Lokasi Rawan Kecelakaan

10
×

Pemkab Solok Selatan Imbau Masyarakat Berhati-Hati di Lokasi Rawan Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi memimpin Apel Gabungan ASN perdana usai libur lebaran di Halaman Kantor Bupati
Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi memimpin Apel Gabungan ASN perdana usai libur lebaran di Halaman Kantor Bupati. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan turut berduka atas kecelakaan yang terjadi di embung yang berlokasi di Kecamatan Pauh Duo jelang akhir pekan lalu. Peristiwa ini menjadi pengingat agar pemerintah juga masyarakat berhati-hati dalam melakukan kegiatan terutama di wilayah yang rawan terjadi kecelakaan.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi dalam Apel Gabungan ASN perdana usai libur lebaran di Halaman Kantor Bupati, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

“Peristiwa kecelakaan yang terjadi di embung Lasuang Batu Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo ini menjadi pengingat untuk kehati-hatian dan mitigasi di wilayah Solok Selatan, terutama di daerah rawan. Seperti di embung itu kan terlihat tenang, tapi ternyata menghanyutkan,” kata Yulian pagi ini.

Sejalan dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan Novi Hendrix mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam melakukan kegiatan di tempat-tempat rawan, seperti embung.

“Embung ini kan tempat penampungan air yang memiliki tingkat kedalaman yang cukup tinggi sehingga tidak selalu aman untuk berenang, apalagi jika kemampuan berenang rendah. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi,” kata Novi ketika dihubungi secara terpisah.

Dirinya juga menyinggung agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial, jangan mudah terpengaruh dengan godaan sesaat tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.

Mitigasi dan peta potensi bencana BPBD Solok Selatan

BPBD Solok Selatan sebenarnya telah melakukan mitigasi dan memetakan potensi bencana yang tercantum dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Kajian Risiko Bencana. Kedua dokumen ini telah disosialisasikan kepada masyarakat sehingga diharapkan bisa dipahami dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Untuk kasus kali ini murni karena kecelakaan. Untuk itu sekali lagi kami ingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada dalam berkegiatan,” tutupnya.

Pada peristiwa yang terjadi pada Jumat (27/3/2026) pekan lalu, seorang remaja tenggelam di embung dan baru bisa diselamatkan oleh Tim SAR pada malam harinya.

Disinyalir ini terjadi karena ia menerima tantangan dari media sosial dengan imbalan uang untuk menyelam ke dalam embung. Naas, dirinya pun tenggelam meski sudah berusaha diselamatkan oleh teman-temannya.

Tim SAR yang juga didampingi oleh BPBD segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelamatan. Namun saat berhasil diselamatkan, remaja tersebut sudah tak dapat lagi diselamatkan.

(sus)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT