Jawa Tengah

Pepadi Purworejo Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Kolaborasi Tiga Dalang Lokal

359
×

Pepadi Purworejo Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Kolaborasi Tiga Dalang Lokal

Sebarkan artikel ini
Pepadi Purworejo Gelar Wayang Kulit
Pepadi Purworejo Gelar Wayang Kulit Kolaborasi Tiga Dalang Lokal. (m. taufik)

Purworejo, Mjnews.id – Persatuan Pedalangan Indonesia(Pepadi) merupakan wadah dari para seniman pedalangan indonesia. Keberadaan Pepadi dinilai penting guna melestarikan kebudayaan nusantara khususnya kebudayaan seni pedalangan.
Kemajuan teknologi serta kemajuan jaman yang ada saat ini rentan terhadap kelangsungan serta keberadaan kebudayaan seni pedalangan dan kesenian lain yang merupakan warisan dari leluhur kita terdahulu.
Pada Jumat 18 Februari 2022, Pengurus Pepadi wilayah IV yang mencakup tiga Kecamatan yaitu Kemiri, Pituruh dan Bruno, bertempat di lapangan Desa Kemiri Lor memperingati Hari Jadi Purworejo yang ke-191, sekaligus pengukuhan pengurus Korwil IV Pepadi Purworejo.
Ketua Pepadi Purworejo, Sukamto, S.Sos, juga seniman Purworejo yang juga pernah menjabat sebagai Camat Bayan mengatakan bahwa warisan budaya kesenian pedalangan(wayang) merupakan kebudayaan luhur yang sudah turun temurun dari para sesepuh kita terdahulu, yang sarat dengan ajaran/tuntunan hidup seorang manusia, baik tuntunan tentang hubungan dengan sesama maupun dengan sang kholiq.
“Wayang menggambarkan dari keberagaman watak dan sifat manusia yang ada di bumi dan juga menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan (Dewo) dalam kehidupannya oleh karenanya wayang merupakan kebudayaan kesenian yang bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi para penontonya,” pungkasnya.
Acara juga diisi dengan pertunjukan wayang kulit kolaborasi tiga dalang yaitu Nyi Dwi Puspita Ningrum M.Pd, Ki Tito Wardoyo serta Ki Harry Musyafa Aqilla, dalang cilik berbakat yang saat ini masih duduk di bangku kelas IX di SMP N 18 Purworejo.
Bakat seni dalangnya ia tunjukkan dengan kelincahan memainkan (panjak) wayang di hadapan penonton juga Ketua Korwil Kedu Pepadi Jawa Tengah, Ki Setyo Budi dari Kota Kebumen.
Ketua Pepadi Korwil Kedu, Ki Setyo Budi saat dimintai tanggapan tentang cuplikan video ustaz Khalid Basamalah yang mengharamkan wayang dalam Islam dan banyak beredar di media sosial mengatakan bahwa di negara kita itu banyak orang-orang pintar tapi mbok ya jangan mengomentari sesuatu yang bukan pada kapasitas keahlianya.
“Kalau hal itu dipaksakan, pasti ujungnya akan menyakiti hati orang atau kelompok lain,” ujarnya.
Seperti Ustaz Khalid Basalamah beliau itu seorang ulama, seharusnya memahami dan berhati-hati saat menyampaikan materi ceramahnya. Jangan malah membuat statemen atau ucapan yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan umat atau jamaahnya.
“Kita ini hidup di negara yang majemuk, penduduknya terdiri dari berbagai suku dan bahasa, sehingga warna kebudayaannya pun berbeda-beda,” katanya.
Pepadi Jawa Tengah akan terus mendukung apa yang akan dilakukan teman-teman Pepadi Kabupaten Banyumas yang melaporkan Ustaz Khalid Basalamah ke Bareskrim walaupun sudah ada permohonan maaf yang disampaikan.
Ketua Pepadi Kecamatan Kemiri, Pujo Laksono menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan partisipasi kegiatan Pepadi Kecamatan Kemiri.
“Semoga ke depan Pepadi Kemiri akan semakin solid dalam memperjuangkan hak-hak pelaku seni atau seniman khususnya pedalangan,” harapnya.
(Fix)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *