pemkab muba
Kemensos

7 Petugas Kementerian Sosial Ikuti Pelatihan Pengembangan Remaja di Seoul

76
×

7 Petugas Kementerian Sosial Ikuti Pelatihan Pengembangan Remaja di Seoul

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Pengembangan Remaja di Seoul
Pelatihan Pengembangan Remaja di Seoul. (f/humas kemensos)

Pada hari kedua, seluruh Delegasi diberikan materi mengenai isu nasional di Korea yang disampaikan langsung oleh Project Manager sekaligus Dosen Kesejahteraan Sosial, Universitas Samyung, Korea Selatan, Prof. Dr. Young Joon Hong. Profesor Hong menyatakan bahwa isu nasional yang paling besar di Korea saat ini, ada dua hal yakni terkait dengan polarisasi dan rendahnya tingkat kelahiran.

Profesor Hong menambahkan, saat ini Korea masuk dalam peringkat 9 atau 10 dengan peningkatan ekonomi terbaik di dunia. Prof. Hong juga langsung mementori pelaksanaan paparan isu-isu kesejahteraan sosial yang disampaikan oleh masing-masing delegasi dari Indonesia. Nantinya, Prof. Hong juga secara langsung membantu, mengarahkan, dan memantau pelaksanaan action plan ketika seluruh Delegasi kembali ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pada hari ketiga seluruh delegasi melakukan observasi pelayanan jaminan hak anak ke National Center for The Rights of the Child (NCRC). Seluruh penjelasan program di NCRC disampaikan oleh Kepala Badan Jaminan Hak Anak, Chung Ick Chong.

Ia menerangkan program unggulan yang dijalankan oleh NCRC yakni Program Dream Start yang terdiri dari layanan umum, layanan wajib, atau layanan pribadi. “Kami melaksanakan intervensi utama saat merespon kasus anak, yakni pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan psikologis, dukungan orang tua dan anak, serta tindakan,” jelas Chong. Iapun menambahkan bahwa terdapat jaminan sosial bagi anak-anak yang kurang mampu serta perlindungan bagi segala macam kasus anak.

Kunjungan observasi dilanjutkan ke Social Security Information Service (SSIS) Korea. Di Lembaga ini, seluruh Delegasi dijelaskan mengenai proses managemen data bagi masyarakat Korea. Penjelasan mengenai program SSIS disampaikan langsung oleh Kepala Layanan Informasi Jaminan Sosial, Prof. Kim Min Seo. Ia menjelaskan bahwa SSIS baru didirikan sejak tahun 2009 di bawah Pemerintahan Korea, tepatnya Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan. Sebelum tahun 2009, pusat data ini belum dibangun dan masih sulit untuk mengintegrasikan data-data dari masyarakat.

“Data-data yang terkumpul pada SSIS kemudian akan dibagikan ke Badan lain yang terkait guna mendukung pembuatan kebijakan lainnya. Seluruh data masyarakat dijaga kerahasiaannya dan kami memiliki tempat yang representatif serta para ahli sesuai pada bidangnya,” kata Kim.

Seluruh Delegasi dapat dipersilahkan untuk melihat sistem managemen data di Korea.

Selanjutnya, kunjungan observasi berlanjut ke Pusat Pemuda Galhyun. Pusat ini merupakan shelter dimana para pemuda dapat mengembangkan potensi dan mempelajari keterampilan baru. Terdapat dua jenis layanan yakni bagi remaja biasa dan bagi remaja rentan terutama remaja yang meninggalkan rumahnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *