Gubernur pun membujuk untuk mengajak nenek Sri untuk tinggal di Rumah Bahagia Bintan.
“Jika berkenan, di sana nanti ada yang merawat dan ada yang memperhatikan setiap hari,” ujar Gubernur Ansar kepada si nenek dan cucunya.
Namun, cucunya, Roni tampak keberatan jika harus tinggal di Rumah Bahagia Bintan. Dengan halus dan lembut memohon kepada Gubernur Ansar agar mereka boleh tetap tinggal di Belakang Padang.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur kepada kami. Namun izinkan kami biar tetap tinggal disini saja,” kata Roni sambil menyeka air mata.
Tampak air mata nenek Sri dan cucunya mengalir tak terbendung menahan haru bercampur suka atas kehadiran gubernur Ansar di tempat tinggalnya.
Gubernur Ansar mengaku tidak bisa memaksa atas pilihan Roni yang memilih tetap tinggal di Belakang Padang dengan kondisi seperti itu.
Gubernur Ansar secara pribadi kemudian memberikan bantuan sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari keduanya.
“Saya pesan agar kasur untuk tidur nenek Sri ini diganti dengan yang baru, agar lebih nyaman bagi si nenek,” pesan Gubernur.
Gubernur Ansar juga meminta kepada salah satu warga di sana untuk mencarikan pembantu yang bisa mengurusi nenek Sri, dan Gubernur Ansar akan membayar gaji setiap bulannya, serta untuk keperluan makannya.
“Semoga apa yang Kita lihat ini sebagai i’tibar atau pembelajaran bagi kita semua. Agar perhatian pemerintah dan masyarakat, kita sama-sama saling peduli akan sesama. Kita juga berterima kasih kepada masyarakat setempat atas bantuan-bantuan yang selama ini telah dilakukan,” ucap Ansar.
(*/isb)






