JAKARTA, Mjnews.id – Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia 2022, Maudy Ayunda menilai, digitalisasi khususnya di saat pandemi COVID-19, mampu dimanfaatkan anak muda Indonesia untuk berinovasi.
Munculnya platform berstatus unicorn bahkan decacorn, adalah buah dari kreativitas tersebut.
“Platform tersebut terbukti memberikan solusi di ranah transportasi sampai kesehatan, menjadi bukti teknologi digital mempermudah kita untuk berkarya dengan cara yang lebih efektif, efisien, dan membawa dampak yang luas,” kata Maudy saat konferensi pers secara daring, Kamis (28/4/2022) di Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Maudy, jumlah anak muda produktif saat ini mencapai 52% lebih. Hal ini menjadi potensi Indonesia untuk terus maju dan bangkit dari hantaman pandemi.
“Bayangkan jika semua anak muda melek digital. Dengan jumlah tersebut tentu akan menjadi efek bola salju untuk memajukan bangsa,” katanya.
Namun begitu, Dia pun mengakui jika saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan masih adanya kesenjangan infrastruktur, di antaranya akses internet yang masih belum merata.
Kondisi itu, jelas Maudy, juga dialami beberapa negara lain. Sehingga butuh kolaborasi nyata di antara negara anggota G20 untuk mengurai dan menyelesaikan persoalan itu.
Berdasarkan riset Indonesia Youth Diplomacy dan Cint 2021, sebanyak 61% anak muda di negara anggota G20, masih mengalami kesulitan dalam dalam beberapa hal, seperti akses internet, koneksi yang tidak stabil dan lambat, atau persoalan harga yang belum terjangkau.
Upaya pemerintah Pemerintah sesungguhnya tidak tinggal diam. Ada beberapa upaya yang telah dan terus dikuatkan untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur tersebut. Proyek Palapa Ring 2019 misalnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil menyelesaikan koneksi backbone serat optik di seluruh kota di Indonesia.
“Saat ini masih terus dilakukan pembangunan hingga ke pelosok agar kualitas jaringan semakin merata,” ujar Maudy.
“Pada kesempatan ini saya mengapresiasi anak-anak muda Y20 yang menjunjung tinggi nilai keragaman dan inklusi dalam aktivitasnya. Terasa betul semangat Bhineka Tunggal Ika dan komitmen untuk memastikan pembahasan Youth di G20 tidak menjadi sesuatu yang eksklusif,” tutup Maudy.
(*/eki)







