OpiniKesehatanNasional

Kasus Diabetes Anak: Perlu Kebijakan Tegas agar Indonesia Emas Tidak Gagal

1653
×

Kasus Diabetes Anak: Perlu Kebijakan Tegas agar Indonesia Emas Tidak Gagal

Sebarkan artikel ini
Jasra Putra
Jasra Putra. (f/ist)

Hal ini diperburuk dengan didukung industri bentuk beragam fast food yang luar biasa, ditambah air mineral atau air putih yang harusnya bisa dikonsumsi lebih banyak oleh anak-anak, namun harganya dikalahkan dengan berbagai minuman berwarna yang sangat murah dengan disertai budaya minum air putih yang sangat kurang, kemudian bentuk ragam jus yang juga melengkapi minimnya konsumsi air putih.

Padahal para dokter menyarankan agar anak-anak lebih mengkonsumsi buah potongan, berlanjut faktor tidur, menghindari tidur setelah makan dan durasi tidur.

ADVERTISEMENT

Para pakar mengingatkan dalam acara tersebut, hal ini jika tidak dikendalikan, maka Indonesia akan mengalami 30 juta penderita diabetes di masa generasi emas.

Ada juga persoalan mendasar, yakni agar anak anak lebih dibudayakan mengenal makanan halal dan haram, yang harusnya dakwah kita dilengkapi dengan makna dan kualitasnya lebih, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, penting diarahkan pada konsumsi makanan sehat, gizi berimbang, kemudian dilanjutkan anak-anak didekatkan pada isu kesehatan.

Saya kira ini PR berat kita semua, kalau anak-anak mau punya pertahanan kesehatan di tengah gempuran industri makanan seperti sekarang.

Karena tak mudah diawasi, semua sangat mudah didapatkan anak. Sehingga butuh regulasi yang kuat mengatur, butuh penegakan hukum yang ambisius dan mengendalikan berbagai makanan yang akan menyasar anak-anak yang minim mengerti soal ini, apalagi kita tahu banyak produk manipulatif, seolah seolah bergizi, padahal kandungannya membahayakan bila dikonsumsi panjang.

Potret kasus ginjal anak GGAPA, es krim berasap, debat Susu Kental Manis yang terus meninggalkan anak-anak jadi korban, hendaknya mulai didiskusikan kembali. Agar kita tidak perlu menyebut, adanya keberpihakan yang sangat lemah pada hal-hal yang di konsumsi anak-anak, baik makanan, obat dan industri aksesioris lainnya, yang ujungnya dari penjualan, iklan, ajakan justru mematikan penggunanya.

Karena pengkonsumsinya yang lemah akibat mudah dikuasai secara fisik emosional, kognitif dan keawaman orang tua pada kesehatan.

Obesitas ini sebenarnya adalah masalah puncak dan menjadi multi kompleks, setelah di hulunya tidak dilakukan pencegahan pencegahan. Karena penyebab diabetes ini sudah sangat multifactorial.

Begitu juga cara mengasuh orang tua juga menjadi sumbangsih utama yang menyebabkan anak mudah hidup terkena diabetes, karena kasus obesitas dan diabetes adalah kasus-kasus yang tidak terintervensi dalam jangka waktu yang panjang dan sangat lama. Artinya, pemerintah harus benar-benar serius melihat puncak masalah anak ini.

Program makan siang gratis menjadi pintu masuk untuk mengejar berbagai ketertinggalan, yang tidak bisa ditunda akibat ini semua. Sehingga program yang sangat strategis ini benar-benar diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi data base riwayat kesehatan anak-anak kita, kerja kerja konkret mengantisipasi dan mencegah.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT