Opini

Praktek Kebijakan Dua Arah Dapat Mensukseskan Mudik Aman Keluarga Nyaman

834
×

Praktek Kebijakan Dua Arah Dapat Mensukseskan Mudik Aman Keluarga Nyaman

Sebarkan artikel ini
Jasra Putra
Jasra Putra. (f/ist)

Saya kira juga menarik beberapa pemerintah daerah juga mengadakan mudik gratis, seperti Aceh, Padang, Makassar, Sulawesi, Sumatera dan tentunya Jakarta dan pulau Jawa. Bahkan kita lihat civitas akademisi kampus dan universitas, komunitas, Ormas seperti Muhammadiyah dan NU juga melaksanakan mudik bareng.

Kita juga berharap ada afirmasi dari transportasi, jika liburannya dimajukan (baik arus mudik dan arus baik), maka seharusnya kepadatan bisa diatur dengan para calon penumpang, dengan mengkonfirmasi ulang perjalanan, agar tidak menumpuk di satu waktu. Karena bisa jadi kebijakannya datang belakangan, tapi penumpang sudah membeli lebih awal tiket. Sehingga jasa transportasi yang melayani penumpang, bisa mengkonfirmasi ulang rencana perjalanan.

ADVERTISEMENT

Tentu bila tidak berkeberatan, dan tidak mengganggu rencana penumpang, juga ada kemudahan dari penyelenggara transportasi demi mengurangi beban di jalan dan mengedepankan keselamatan bersama.

Begitu juga dialog dengan layanan kereta di tahun lalu, yang ingin perencanaan perjalanan untuk mudik disabilitas bisa lebih awal, minimal sebulan sebelumnya. Agar fasilitas yang ada dapat diatur, karena kebutuhan jasa khusus meningkat drastis. Sehingga ini harus nyambung juga, antara sponsor mudik gratis dengan yang pelaksana mudik gratis. Sehingga dukungan mudik gratis bisa dibayarkan sebulan sebelumnya. Agar kebijakan dapat diafirmasi dua arah, sehingga keinginan mewujudkan mudik aman keluarga nyaman benar benar tercipta secara rutin setiap tahun

Mungkin yang akan menyedot perhatian dan menarik juga pada lebaran kali ini, adalah pergerakan mobil Listrik, yang akan masih memenuhi rute pemudik, yang akan jadi ajang unjuk kekuatan dan kesetaraan. Tentu akan jadi edukasi untuk generasi tentang masa depan energi baru dan terbarukan. Yang sangat baik menjadi edukasi anak sepanjang perjalanan. Tak kurang PLN menyediakan 3.529 unit SPKLU yang dioperasikan PLN bersama mitra dan tersebar di 2.400 titik seluruh Indonesia. Secara terperinci, PLN menyiapkan tempat pengisian mobil Listrik di Sumatra sebanyak 431 unit, Jawa 2.448 unit, Bali 166 unit, Kalimantan 215 unit, Sulawesi 145 unit, Maluku 26 unit, Nusa Tenggara 72 unit, dan Papua 26 unit.

Memang mudik adalah momentum kebahagiaan masyarakat kota dan masyarakat di kampung halaman. Silaturrahim antara kota dan desa setahun sekali ini membawa atmosfer keberkahan yang luar biasa terutama untuk pergerakan ekonomi dari hilir ke hulu, yang pengalaman ini tidak bisa di tukar oleh apapun.

Namun perhatian kita tentu tidak boleh lengah, karena banyak informasi peringatan baik dari aparat maupun BMKG, seperti peta jam-jam rawan, wilayah rawan dan waktu waktu kritis. Sehingga penting ada kepatuhan.

Kerjasama selama di perjalanan. BMKG sudah mengingatkan pada pemudik, bahwa kita sedang masuk musim pancaroba, sehingga beberapa daerah perlu mengantisipasi karena curah hujan masih tinggi, yang perlu menjadi perhatian semua pengguna alat transportasi. Yang artinya jalur rawan, puncak, lereng, daerah wisata menjadi titik kritis, yang perlu kanal informasi, sehingga dapat tersampaikan ke pemudik secara berkelanjutan dan terkini.

Begitu juga peringatan Korlantas Polri, Imbauan Korlantas Polri 2024 menyampaikan kecelakaan lalu lintas menempati posisi tertinggi ketiga penyebab kematian di Indonesia. Bahwa dalam hitungan jam, ada 3 sampai 4 orang tewas akibat dampak kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024.

Dengan rincian 1.150.000 peristiwa kecelakaan yang menewaskan 27.000 jiwa, kemudian 3000 orang akibat kecelakaan mengalami berbagai hambatan dalam usia produktif. Kemudian menurut tenaga medis hanya bisa menyelamatkan 5.000 jiwa.

Artinya sangat kecil sekali angka yang terselamatkan. Artinya kita sedang membayangkan ada situasi yang tidak diinginkan dengan ketidaksiapan kehilangan orang-orang yang disayangi dalam waktu cepat. Apalagi kalau yang meninggal adalah tulang punggung keluarga, maka ada anak yang akan terabaikan dan terancam masa depannya. Maka ada potensi ribuan keluarga yang rentan setiap tahunnya, begitu juga generasi yang terlahir dari keluarga tersebut.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT