OpiniReligi

Wajibnya Membaca Alquran dengan Tajwid yang Benar dalam Pandangan Islam

286
×

Wajibnya Membaca Alquran dengan Tajwid yang Benar dalam Pandangan Islam

Sebarkan artikel ini
Wajibnya Membaca Alquran dengan Tajwid yang Benar dalam Pandangan Islam oleh Jumaldi
Jumaldi. (f/dok. pribadi)

Membaca Alquran dengan tajwid yang benar merupakan salah satu kewajiban dan keharusan bagi setiap umat Islam, karena kewajiban itulah para Ulama kita menjelaskan dari berbagai aspek dan pandangan keilmuan seputar ilmu tajwid yang mana hukumnya wajib atau fardhu ain, artinya setiap individu bertanggung jawab untuk membaca Alquran dengan Tajwid dan Tartil atau sesuai kaidah tajwid agar tidak merubah serta memalingkan makna bacaan.

Oleh: Jumaldi, S.Pd.I

Mjnews.id – Membaca Alquran tanpa tajwid alias sembarang baca dihukumi berdosa terutama jika kesalahan yang terjadi dapat mengubah makna dan arti khususnya dan bacaan dalam Shalat, sebagaimana pendapat para Ulama terdahulu maupun Ulama zaman ini.

ADVERTISEMENT

Dalam pembahasan ilmu tajwid, baik praktek maupun teori dan aplikasinya (Matn Tajwid Al Jazari atau Matn Tuhfatul Athfal) yang khusus membahas rambu-rambu tajwid dan pendalilan dalam bidang ilmu tajwid sebagaimana ucapan Al Imam Ibn Al Jazari, “mempelajari ilmu tajwid adalah sebuah kewajiban, barang siapa yang tidak mentajwidkan Alquran maka dia berdosa karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan Alquran dengan tajwid dan begitu pula Alquran sampai kepada kita”.

Membaca Alquran adalah amalan yang mulia dan utama yang memiliki banyak fadilahnya dan keutamaan serta keberkahan bagi para Qori dan Qoriah Alquran.

Namun ada sebagian Qori dan Qoriah Alquran yang lebih mengutamakan keindahan suara dan lagu atau nagham dibandingkan dengan tata cara baca tajwid dan membaca Alquran yang benar. Hal ini sangat disayangkan karena mereka tidak memahami esensi dari firman Allah yang berbunyi “bacalah Alquran dengan Tartil“ (QS Al-Muzammil: 4).

Pengertian ilmu Tajwid secara bahasa adalah mashdar kata dari kalimat Jawwada – Yujawwidu – Tajwiidan yang artinya membaguskan. Sedangkan secara istilah Imam Ibnul Jazari menjelaskan, “tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya agar terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya (An- Nasyr Fil Qiro’atil ‘Asyr, 1/120).

Beliau juga menjelaskan tentang hakikat dari ilmu tajwid sebagaimana tajwid itu merupakan penghias bacaan yaitu dengan memberikan hak-hak urutan dan tingkatan yang benar pada setiap huruf dan mengembalikan setiap huruf pada tempat keluarnya dan pada asalnya dan menyesuaikan huruf-huruf tersebut pada setiap keadaannya dan membenarkan nafasnya serta memperindah pelafalannya pada setiap konteks menyempurnakan bentuknya tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan (An-Nasy Fil Qiro’atil Asy, 212).

Dua Kesalahan dalam Membaca Alquran

Adapun kesalahan dalam membaca Alquran, para ulama membagi menjadi dua bagian, yakni kesalahan Khofiy atau kesalahan ringan dan kesalahan Jaliy atau kesalahan yang besar.

Adapun kesalahan yang kecil, ini masih bisa ditoleransi dan dimaafkan dengan syarat para pembaca sadar akan kesalahannya dan ia mau belajar seperti kesalahan dalam memanjakan harokat yang harusnya dibaca dua harokat namun dibaca tiga atau empat harakat.

Adapun kesalahan Jaliy atau kesalahan yang besar ini bisa merubah makna dan arti dari sebuah bacaan, seperti bacaan yang tidak panjang dibaca panjang, bacaan berbaris fathah dibaca Dhommah atau Kasroh.

Kesalahan fatal lainnya dan tentu ini merupakan kesalahan yang besar yang diharapkan para pembacanya sadar diri dan mau belajar sehingga bacaannya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT