Maka dari itu, setiap kaum Muslimin dan Muslimat harusnya menjadikan pedoman ilmu tajwid atau tartil dalam membaca Alquran agar mencontoh orang-orang yang lebih fasih bacaannya baik dari sisi Makhrojul (tempat keluar huruf) maupun sifat huruf atau kaidah ilmu tajwid lainnya. Seperti bacaan Rasulullah dan para Sahabat para Tabiin Salafus shaleh dan orang-orang yang mencontoh mereka dalam membaca Alquran, agar bacaan yang kita baca menjadi ruh kekuatan dan jauh dari kesalahan dalam membaca Alquran serta mendapatkan keridhoan Allah.
Bagi setiap muslim yang membaca Alquran atau Qori Alquran sehingga Allah pun meridhoi setiap usaha yang kita curahkan untuk mempelajari ilmu tajwid lalu mempraktekkannya dalam bacaan kita.
Secara pribadi, Penulis pun sepakat dan setuju akan pentingnya setiap pembaca dari kaum Muslimin dan Muslimat untuk mengindahkan dan membenarkan bacaannya terlebih dahulu kepada guru atau ustaz yang dipercaya keilmuannya dan kemantapan dalam bidang ilmu tajwid agar tidak terjadi kesalahan dan hal-hal yang dapat merusak dan merubah kesempurnaan bacaan, sehingga bacaan yang kita bacaan sesuai dengan petunjuk Rasul yang diutus untuk mukjizal Alquran.
Penulis, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
(*)






