Untuk menyiapkan cadangan suplai BBM, Pertamina juga menyiapkan Mobil Tangki Stand By dari 144 unit naik menjadi 201 unit.
“Selain itu, bukan hanya pasokan BBM yang kami jaga, tetapi juga kenyamanan pemudik dengan Rumah Pertamina Siaga karena jalan tol yang cukup panjang disiapkan di 20 titik,” ungkap Nicke.
Dari sisi pengolahan, tutur Nicke, Pertamina juga melakukan perencanaan untuk pemeliharaan kilang dan telah selesai sebelum Ramadan. Seluruh kilang telah siap 100% memproduksi sesuai kapasitasnya dan dapat menambah produksi Gasoline dan Avtur.
“Produk-produknya kita sesuaikan di mana Gasoline ditambah, Gasoil sedikit dikurangi dan Avtur kita tambah. Sehingga tambahan untuk Satgas RAFI ini bisa dipenuhi dari kilang dalam negeri,” katanya.
Pada sisi transportasi Kapal, Pertamina berupaya menjaga mulai dari jumlah kapal sesuai kebutuhan, kondisi kapal sesuai spesifikasi, dan pengaturan jadwal distribusinya.
Jumlah kapal yang disediakan untuk mengangkut produk, sebanyak 297 unit. Untuk mendukung Satgas RAFI, Pertamina menambah jumlah kapal pengangkut BBM, Avtur dan LPG sebanyak 5 unit sehingga total mencapai 302 unit.
“Scheduling dipantau dengan ketat, agar tidak terjadi keterlambatan yang bisa berdampak pada kurangnya pasokan,” imbuh Nicke.
Dari sisi hulu, Pertamina juga menyiagakan semua fasilitas agar tidak terjadi penurunan mengingat kilang membutuhkan tambahan. Oleh karena itu, produksi maupun lifting minyak dan gas terus dipantau sehingga semua tetap terealisasikan.
Berdasarkan data, terjadi peningkatan dalam periode Satgas RAFI 2023, di antaranya terdapat 73 Drilling Rig dan 133 Well Intervention Rig yang beroperasi.
“Dari 5 regional hulu, kami pantau betul dan ada target untuk masing-masing regional, dan kami akan pastikan bahwa tambahan produksi ini dari hasil Pertamina Grup sendiri,” pungkas Nicke.
(rel/eki)












