| Kiai Ahmad Hanafi berikan ceramah isra mikraj. (m. taufik) |
Purworejo, MJNews.id – Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tahun 2022 bisa terlaksana meskipun masih dalam suasana pandemi corona.
Setelah dua tahun tidak bisa mengadakan peringatan kegiatan keagamaan karena situasi dan kondisi bangsa yang masih dilanda wabah penyakit yang dianggap beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan warga.
Pada Sabtu 19 Februari 2022, Pemerintah Desa Jatingarang menggandeng Pengurus BKM Masjid Darussalam mengadakan kegiatan keagamaan bersama dengan menggelar pengajian Akbar dengan Tema “Dengan Peringatan Isra Mikraj Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan dan Semoga Kita Terhindar dari Corona” di halaman Masjid Darussalam RT 01 RW 02.
Peringatan Isra Mikraj dihadiri oleh seluruh warga masyarakat Desa Jatingarang dan sekitarnya, Kepala Desa, unsur perangkat desa dan lembaga Desa Jatingarang.
Kepala Desa Jatingarang, Slamet Raharjo dalam sambutannya mengatakan merasa bangga dan mengapresiasi seluruh Panitia Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang telah bekerja keras demi terlaksananya kegiatan ini.
Kepala Desa Jatingarang mengajak seluruh warga Desa Jatingarang untuk bersama-sama memajukan desa menuju Desa Jatingarang yang makmur.
“Pembangunan sarana dan prasarana terus akan dikembangkan yang dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Slamet raharjo meminta seluruh masyarakat untuk taat aturan dari pemerintah agar selalu menerapkan protokol kesehatan di saat aktivitas di luar.
Peringatan Isra Mikraj diisi dengan ceramah oleh Kiai Ahmad Hanafi, S.PdI dari Desa Langen Rejo, Kecamatan Butuh.
Dalam menyampaikan ceramahnya, Kiai Ahkmad Hanafi menggunakan wayang sehingga para jamaah merasa terhibur dan apa yang menjadi isi pokok ceramah sampai dan bisa diterima jamaah.
Dalam uraian pesan ceramahnya menekankan bahwa perintah shalat datang langsung dari Allah SWT kepada Baginda Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan Isro dan Mikraj, yang sama-sama kita peringati hari ini.
“Jadi sudah jelas bahwa kita selaku umat muslim yang juga pengikut Rosullullah hendaknya menjalankan kewajiban sholat lima waktu,” katanya.
“Dengan kita sholat dengan sendirinya kita ikut menegakkan tiang agama Islam, dan shalat, insya Allah, bisa mencegah perbuatan yang tidak baik yang ada pada diri kita,” jelasnya.
“Mari kita tingkatkan amal kebaikan dengan menegakan sholat dan ibadah sunah lainya agar kelak kita dipertemukan di surga,” pintanya.
(Fix)





