pemkab muba
ReligiJawa Timur

Begini Cara PBNU Angkat Marwah Agama di Kancah Politik Global

39
×

Begini Cara PBNU Angkat Marwah Agama di Kancah Politik Global

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (f/ltnu)

Kerajaan Sriwijaya bertahan hingga 7 abad karena mengedepankan nilai-nilai toleransi dan harmoni. Hal yang sama juga terjadi dengan Kerajaan Majapahit. Ia tidak pernah memproklamirkan dirinya kerajaan yang berbasis agama, karena di dalamnya banyak rumpun agama.

“Kerajaan Majapahit bukan kerajaan agama, karena memproklamirkan bhinneka tunggal ika,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara Ketua Panitia, Ahmad Suaedy menambahkan, agenda tersebut merupakan upaya PBNU memfasilitasi dialog, konferensi budaya dan agama dunia.

“Hal ini setelah sebelumnya PBNU melaksanakan dua forum besar, yakni R20 yang mengumpulkan 400 pemuka agama. Kemudian pada Februari 2023 melaksanakan Muktamar Fiqih Peradaban,” ujar Suaedy.

KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menceritakan senjumlah kekhasan local yang ada di tanah air. Kekhasan-kekhasan lokal itu menjadi nilai lebih bagi keharmonisan masyarakat. Salah satunya soal bersih desa. “Saat bersih desa, yang lebih ditekankan adalah kebersamaan tanpa memandang latar belakang agama,” kata dia.

Menurut Marzuki, salah satu kearifan yang ada pada tradisi bersih desa tersebut adalah penghargaan kepada umat Islam. “Khusus untuk penyembelihan hewan, warga di sana memasrahkan kepada tokoh agama Islam,” kata dia.

Menurutnya, masyarakat kawasan setempat mempercayai bahwa penyembelihan hewan tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi dalam Islam juga mengatur hal tersebut.

“Karena itu, khusus untuk penyembelihan hewan saat bersih desa dipasrahkan kepada tokoh agama Islam,” ungkap dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur ini.

Holland Taylor, narasumber lainnya pada acara itu menceritakan bagaimana kekhasan yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Kata dia, di kawasan tersebut terjalin hubungan yang demikian harmonis kendati terdapat berbagai perbedaan.

“Perbedaan yang ada tidak menjadi alasan untuk saling berkonflik, namun bagaimana menghargai dan hidup damai dalam perbedaan,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *