Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pidato kenegaraannya, menyampaikan hasil kinerja pemerintah yang sudah berjalan hampir 300 hari atau hampir 10 bulan. Tujuan Indonesia merdeka adalah untuk merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kelaparan, merdeka dari penderitaan. Negara ini harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Negara ini harus berdaulat secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
“Hari ini 299 hari yang lalu, saya berdiri di sini dan diambil sumpah oleh MPR di hadapan wakil rakyat Indonesia, di hadapan rakyat Indonesia dan terutama di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, bersama Wakil Presiden Republik Indonesia. Peralihan kepemimpinan di Indonesia, diakui dunia sebagai peralihan yang lancar dan sangat baik. Ini adalah bukti demokrasi kita matang dan kuat. Tidak semua negara mampu melaksanakan transisi kepemimpinan dengan baik dan lancar seperti kita,” ungkap Prabowo.
Kekuasaan, lanjutnya, harus diawasi. Kekuasaan yang tidak diawasi akan menjadi korup. Kekuasaan yang absolut akan menjadi korup secara absurd. Korupsi adalah masalah besar di bangsa ini. Perilaku korupsi ada di setiap birokrasi, ada di setiap institusi dan organisasi pemerintahan. Perilaku korup ada di BUMN, ada di BUMD.
“Ini bukan fakta yang harus kita tutup tutupi. Setelah 299 hari saya memimpin pemerintah eksekutif, saya semakin mengetahui berapa besar tantangan kita, berapa besar penyelewengan yang ada di lingkungan pemerintah kita. Tanpa mau mengakui tidak mungkin kita mampu memperbaiki. Saya disumpah untuk melaksanakan perintah undang-undang dasar Republik kita. Karena itu saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di semua lembaga eksekutif dan pemerintah. Itulah sebabnya pada awal tahun 2025 ini kami telah Identifikasi dan telah selamatkan Rp300 triliun uang dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan. Diantaranya anggaran perjalanan dinas luar negara dalam negeri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar dan berbagi anggaran yang selama ini jadi sumber korupsi. Untuk itu kita lakukan efisiensi yang diperintahkan oleh UUD kita,” tegasnya.
Presiden mengapresiasi badan gizi dan tim, kesuksesan telah melaksanakan intervensi strategis untuk memperbaiki gizi 82 juta anak-anak Indonesia dan ibu-ibu hamil. Dalam tujuh bulan, Indonesia telah mencapai kemajuan yang membanggakan, dimana sudah 20 juta anak sekolah anak belum sekolah, ibu hamil dan Ibu menyusui sudah menerima makan bergizi gratis.
Pemerintah yang dipimpin Prabowo, bekerja keras untuk memutus ketergantungan pada impor dengan membuka jutaan hektar sawah baru di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, di Sumatera, Papua dan beberapa daerah lain. Selain melakukan ekstensifikasi kami juga melakukan intensifikasi. Seluruhnya mendorong produksi pangan di desa- desa, memotong birokrasi penyaluran pupuk yang kini langsung dari pabrik ke petani-petani dan memberi bantuan alat pertanian kepada para petani. Sehingga Indonesia bisa kembali mengekspor beras.
“Pemerintah yang saya pimpin, tidak akan ragu-ragu membela kepentingan rakyat Indonesia. Kita akan kita akan menggunakan undang-undang Dasar 1945 pasal 33 yang sudah sangat jelas cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup rakyat dikuasai oleh negara. Ini warisan Bung Karno ini warisan Bung Hatta. Ini warisan Bung Syahrir. Saya yakin, mereka berada di atas kebenaran,” tegasnya.
Prabowo juga sampaikan, upaya memutus rantai kemiskinan dengan membentuk sekolah rakyat dan sekolah unggulan. Aka dibuat 20 sekolah unggul garuda dan 80 sekolah unggul transformasi.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke 80. Merdeka! Merdeka!,” tegasnya.
Menanggapi Pidato Presiden, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengaku siap mensukseskan program unggulan Presiden RI di Kota Bukittinggi sendiri. RPJMD Bukittinggi yang disusun, juga telah disinergikan dengan program nasional dan RPJMN.
(Aii)












