BeritaMalang

Hadiri Pelantikan MWC NU Wajak, KH Hamim Kholili Dorong Penguatan Sinergi dengan Pemkab Malang

10
×

Hadiri Pelantikan MWC NU Wajak, KH Hamim Kholili Dorong Penguatan Sinergi dengan Pemkab Malang

Sebarkan artikel ini
Ketua PCNU Kabupaten Malang, Jawa Timur, KH Hamim Kholili meresmikan usaha usai pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan Wajak periode 2025-2030
Ketua PCNU Kabupaten Malang, Jawa Timur, KH Hamim Kholili meresmikan usaha usai pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan Wajak periode 2025-2030. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua PCNU Kabupaten Malang, Jawa Timur, KH Hamim Kholili menghadiri pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan Wajak periode 2025-2030 yang berlangsung di Pendopo NU Wajak, Minggu (10/5/2026).

Dalam sambutannya, KH Hamim Kholili menilai perkembangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Wajak selama ini telah berjalan cukup baik. Ia berharap jajaran pengurus baru mampu membawa organisasi semakin aktif dan optimal dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan.

ADVERTISEMENT

“NU di Kecamatan Wajak ini relatif sudah berjalan dengan baik. Semuanya sudah berjalan, alhamdulillah. Dengan kepengurusan Yai Fadil dan Rois Syuriah yang tadi sudah dilantik, kami berharap organisasi ini bisa lebih maksimal lagi, terutama dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah ada di Kecamatan Wajak,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan NU di Kabupaten Malang memiliki peran strategis karena sebagian besar masyarakat pedesaan merupakan warga Nahdliyin. Karena itu, hubungan yang harmonis antara NU dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat.

“Kita harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dengan Pak Bupati, Pak Camat, hingga para kepala desa. Alhamdulillah tadi Pak Camat dan banyak kepala desa hadir dalam acara pelantikan ini. Ini menjadi indikator bahwa sinergi antara pengurus NU dan pemerintah daerah di Kecamatan Wajak berjalan baik, sehingga program-program ke depan bisa lebih maksimal,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menanggapi isu pengelolaan tambang oleh NU yang ramai dibahas di media sosial. KH Hamim Kholili mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Tambang itu kan masih akan dikelola oleh NU. Sebenarnya itu merupakan pemberian pemerintah yang menjadi berkah untuk dikelola Nahdlatul Ulama. Namun isu-isu di media sosial sudah berkembang liar. Harapan kami, fitnah-fitnah seperti itu bisa diminimalisir dan tidak terus berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan teknis maupun kebijakan terkait tambang sepenuhnya menjadi ranah PBNU. Meski begitu, ia memastikan isu tersebut tidak memengaruhi kekompakan warga NU di daerah.

“Kalau langkah antisipasinya itu menjadi urusan PBNU, karena yang menerima tambang tersebut adalah PBNU. Tetapi untuk di daerah sendiri, isu itu tidak berdampak signifikan. Warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Malang ini sangat guyub dan kompak. Jadi isu-isu yang terjadi di PBNU maupun PWNU tidak berpengaruh di tingkat kabupaten maupun kota,” tegasnya.

Menutup keterangannya, KH Hamim Kholili meminta pengurus MWC NU Wajak yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kualitas program organisasi serta menjaga kerja sama dengan pemerintah daerah demi mendukung pembangunan masyarakat.

“Kami berharap pengurus di Wajak ini bisa lebih maksimal dalam menjalankan program-program Nahdlatul Ulama. Dan jangan lupa untuk selalu bersinergi serta bekerja sama dengan pemerintah daerah demi mewujudkan program-program pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, kesehatan, dan bidang lainnya,” pungkasnya.

(Rmn)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT