BeritaKota Solok

100 KK Pemilik Balita Stunting Dapat Bantuan Pangan dari Dinas Pangan Kota Solok

500
×

100 KK Pemilik Balita Stunting Dapat Bantuan Pangan dari Dinas Pangan Kota Solok

Sebarkan artikel ini
Dinas Pangan Kota Solok salurkan bantuan pangan untuk balita stunting
Dinas Pangan Kota Solok salurkan bantuan pangan untuk balita stunting. (f/pemko)

Mjnews.id – Mengantisipasi perkembangan stunting pada balita di Kota Solok, Dinas Pangan Kota Solok salurkan bantuan pangan ke 100 kepala keluarga yang memiliki balita stunting sebagai penerima bantuan pangan tahun 2024.

Bantuan yang diberikan Dinas Pangan Kota Solok tersebut berupa bahan pangan yang meliputi 15 kg beras premium, 5 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 kg kacang hijau, 2 kg telur ayam, dan 1 kaleng sarden.

ADVERTISEMENT

Bertempat di Aula Dinas Pangan Kota Solok pada Rabu, 22 Mei 2024, penyerahan bahan pangan tersebut bertujuan untuk mengintervensi Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP), yang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ketahanan pangan serta penanganan kerawanan pangan kronis dan transien.

Penyerahan bahan pangan dilakukan secara simbolis oleh Walikota Solok yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Asfiyeni.

Walikota Solok melalui Asfiyeni menyebutkan, kerawanan pangan terjadi ketika daerah, masyarakat, atau rumah tangga mengalami ketidakcukupan pangan pada waktu tertentu. Faktor ekonomi atau kemiskinan dapat menyebabkan kerawanan pangan kronis, sementara keadaan darurat seperti bencana alam atau bencana sosial dapat menyebabkan kerawanan pangan transien.

Asfiyeni menegaskan bahwa, tujuan utama kegiatan ini adalah memenuhi standar kebutuhan fisiologi untuk pertumbuhan dan kesehatan masyarakat.

Disebutkan, pada tahun 2024 ini kegiatan intervensi PDRP difokuskan kepada masyarakat yang memiliki balita dengan status stunting. Sasaran ini ditentukan melalui hasil penimbangan massal pada bulan Februari oleh puskesmas Kota Solok.

“Sebelumnya, sudah kita laksanakan intervensi, tim yang ditunjuk melakukan investigasi lapangan untuk mencocokkan data dengan kenyataan di lapangan,” katanya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Solok.

“Sehingga kebutuhan pangan bagi balita stunting dapat terpenuhi dan tercukupi, khususnya di daerah rawan pangan di Kota Solok,” ungkap Asfiyeni.

(syafli)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT