Mjnews.id – Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor agraris dengan menggelar Workshop Serikat Petani Indonesia (SPI). Kegiatan yang digagas oleh Sago Indra ini berlangsung di Hotel Sago Bungsu dan diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kelompok tani, Selasa 16 Desember 2025.
Workshop yang bertajuk “Membangun Agroekologi dan Kawasan Daulat Pangan” ini memfokuskan agenda pada penyampaian program Pertanian dan Koperasi periode 2024-2029, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) hilirisasi komoditas gambir.
Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, yang membuka secara resmi acara tersebut, menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah dan petani dalam mendongkrak produksi serta kualitas hasil tani daerah dan ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menyusun peta jalan hilirisasi gambir untuk tahun 2024-2025.
“Rencana ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja ke India dan telah dikomunikasikan secara luas kepada Kementerian Pertanian, Forkopimda, hingga jajaran Wali Nagari di wilayah penghasil gambir,” katanya.
Bupati juga berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengembangkan agroekologi. Kerja sama yang erat antara pemerintah dan petani adalah kunci untuk meningkatkan daya saing hasil pertanian kita.
Dalam momen tersebut, Bupati Safni menyerahkan dokumen laporan dan RTL hilirisasi gambir kepada Ketua SPI Provinsi Sumatera Barat dan SPI Limapuluh Kota. Dokumen ini diharapkan mendapat masukan strategis serta dukungan penuh dari para petani.
Bekali Petani Limapuluh Kota dengan Pengetahuan Sistem Pertanian Berkelanjutan
Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Pertanian Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, menyatakan bahwa workshop ini adalah upaya konkret dinas dalam membekali petani dengan pengetahuan mengenai sistem pertanian berkelanjutan.
Ini adalah momentum untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian di kabupaten Limapuluh Kota. Melalui pengembangan kawasan daulat pangan, kita ingin mencapai kesejahteraan petani yang berkelanjutan.
“Hadirnya workshop ini diharapkan mampu mengakselerasi proses hilirisasi gambir sehingga petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, namun memiliki nilai tambah melalui produk turunan yang lebih kompetitif di pasar global,” ucap Witra.
Sementara itu, ketua pelaksana yang juga Anggota Majelis Nasional Petani SPI, Sago Indra, menyampaikan bahwa Nagari Ampalu telah mendeklarasikan diri sebagai nagari agroekologi sejak dua bulan lalu. Deklarasi itu menjadi pijakan awal untuk membangun sistem pertanian mandiri yang berorientasi pada kedaulatan pangan masyarakat.
“Kita tidak ingin terus bergantung pada pihak luar. Ampalu sudah memulai langkah menjadi nagari agroekologi, dan SPI akan memfasilitasi turunan program kerjanya agar kawasan ini benar-benar berdaulat pangan,” katanya.












