Menurut Mahyeldi, pesan ini penting untuk peningkatan kinerja dan kualitas layanan pemerintahan kedepan. Sebab, jabatan Sekda bukan hanya bertanggungjawab untuk hal administratif, tapi juga harus mampu mengakselerasi segala sumber daya secara kolektif.
“Sekda adalah penggerak utama birokrasi, menjadi jembatan antara Gubernur, Wakil Gubernur dan seluruh OPD. Maka dibutuhkan kecepatan, ketegasan, serta kemampuan menjalin komunikasi yang kuat,” ujar Gubernur Mahyeldi saat pelantikan.
Secara jumlah, total pesan yang disampaikan Gubernur kepada Sekda yang baru itu ada 6.
Berikut rincian dari masing-masingnya:
Pertama, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan. Menurutnya, Sekda harus menjadi teladan dalam penerapan good governance, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan integritas pengelolaan keuangan daerah.
“Kepemimpinan dimulai dari keteladanan. Sekda harus menunjukkan sistem kerja yang bersih dan profesional,” tegas Mahyeldi.
Kedua, pegang teguh nilai dasar ASN BerAKHLAK, menurutnya itu jangan hanya jargon tapi harus menjadi roh dalam setiap pengambilan keputusan bagi seorang Sekda. Yakni: berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Nilai-nilai ini bukan sekadar jargon, tapi pedoman moral dan profesional dalam birokrasi,” katanya.
Ketiga, percepat realisasi program prioritas daerah, Mahyeldi meminta agar Sekda memastikan bahwa seluruh OPD fokus pada target pembangunan, tidak terjebak rutinitas, serta mampu bekerja cepat dan tepat sasaran.
“Program unggulan jangan hanya jadi dokumen. Harus ada akselerasi nyata di lapangan,” ujarnya.












