BeritaPendidikanSumatera Barat

23 Mahasiswa Prodi Doktor Studi Islam UM Sumbar Ikuti Program Student Mobility ke Malaysia dan Thailand

1256
×

23 Mahasiswa Prodi Doktor Studi Islam UM Sumbar Ikuti Program Student Mobility ke Malaysia dan Thailand

Sebarkan artikel ini
23 Mahasiswa Prodi Doktor Studi Islam UM Sumbar Ikuti program Student Mobility ke Malaysia dan Thailand
Sebanyak 23 Mahasiswa Prodi Doktor Studi Islam UM Sumbar Ikuti program Student Mobility ke perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand. (f/ist)

Mjnews.id – Sebanyak 23 mahasiswa Program Studi (Prodi) Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) mengikuti program Student Mobility ke sejumlah perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand, 24-29 September 2025.

Program yang berlangsung intensif ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan akademik internasional, tetapi juga memberikan rekognisi atau pengakuan setara 5 Satuan Kredit Semester (SKS) bagi peserta yang berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya.

ADVERTISEMENT

Direktur Pascasarjana UM Sumbar, Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen institusinya untuk mendidik calon doktor yang memiliki perspektif global.

“Program Student Mobility ini dirancang sebagai bagian integral dari kurikulum. Melalui kegiatan ini, mahasiswa doktor tidak hanya melakukan kunjungan biasa, tetapi terlibat secara aktif dalam diskusi akademik dan presentasi penelitian di forum internasional. Rekognisi 5 SKS yang mereka peroleh setara dengan penyelesaian satu mata kuliah inti, yang menunjukkan betapa seriusnya kami memandang pengalaman internasional ini sebagai bagian dari proses pembelajaran,” papar Prof. Mahyudin di sela-sela pelepasan mahasiswa, Rabu 24 September 2025.

Lebih lanjut, Prof. Mahyudin menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan akademisi dan budaya akademik di negara tujuan akan memperkaya analisis dan kontekstualisasi penelitian mereka.

“Ketika meneliti tentang Islam, perspektif komparatif dari negara dengan populasi Muslim mayoritas seperti Malaysia dan minoritas seperti Thailand sangatlah berharga. Ini akan mendekonstruksi wawasan keilmuan mereka dan membuat disertasi yang dihasilkan lebih relevan secara global,” tambahnya.

Urgensi Student Mobility bagi Mahasiswa Program Doktor

Program Student Mobility bagi mahasiswa S3 memiliki tingkat urgensi yang lebih strategis dibandingkan pada level sarjana atau magister. Berikut adalah argumen-argumen yang mendasarinya:

  1. Pengujian dan Pengayaan Disertasi: Disertasi doktor dituntut memiliki orisinalitas dan kontribusi keilmuan. Presentasi di forum internasional memungkinkan mahasiswa mendapatkan critical feedback dari pakar lintas negara, yang dapat memperkuat metodologi, analisis, dan temuan penelitian mereka sebelum ujian akhir.
  2. Membangun Jaringan Akademik Internasional: Pada level doktor, membangun kolaborasi riset untuk publikasi di jurnal bereputasi dunia adalah keharusan. Student Mobility menjadi pintu masuk untuk bertemu dengan calon mentor, co-author, dan institusi mitra riset di masa depan, yang sangat penting untuk kelanjutan karier akademik mereka.
  3. Meningkatkan Kompetensi Global dan Comparative Perspective: Sebagai calon pemimpin pemikiran, doktor harus mampu menganalisis permasalahan tidak hanya dari kacamata lokal, tetapi juga regional dan global. Pengalaman langsung di negara lain memberikan pemahaman kontekstual yang tidak dapat diperoleh hanya melalui literatur, sehingga menghasilkan ilmuwan yang lebih inklusif dan kritis.
  4. Mempersiapkan Karier di Dunia Akademik yang Terinterkoneksi: Lulusan doktor dipersiapkan untuk menjadi dosen dan peneliti yang kompetitif. Pengalaman mengajar atau presentasi di luar negeri menjadi nilai tambah (value-added) yang signifikan dalam portofolio akademik mereka, memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin terhubung.

Wulan, Salah seorang mahasiswa doktor menyampaikan antusiasmenya. “Ini adalah kesempatan emas untuk menguji preliminary findings disertasi saya tentang ‘Moderasi Islam di Asia Tenggara’ langsung di hadapan ahli dari Malaysia. Masukan dari mereka sangat berharga untuk menyempurnakan penelitian. Selain itu, rekognisi SKS yang diberikan membuat kami semakin termotivasi untuk mempersiapkan presentasi dengan sangat serius,” ujar Wulan.

Kegiatan Student Mobility ini juga merupakan tindak lanjut dari berbagai kerja sama yang telah dijalin Pascasarjana UM Sumatera Barat dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa UM Sumbar mampu menyelenggarakan program pendidikan doktor yang berstandar internasional.

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT