BeritaSumatera Barat

Mensesneg Instruksikan Pemanfaatan Tanah Negara dan BUMN untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

391
×

Mensesneg Instruksikan Pemanfaatan Tanah Negara dan BUMN untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Mensesneg Prasetyo Hadi bicara dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melalui sambungan telepon terkait relokasi warga terdampak bencana
Mensesneg Prasetyo Hadi bicara dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melalui sambungan telepon. (f/pemprov)

Proses relokasi harus dilakukan melalui dialog, empati, dan perencanaan yang matang. Pemerintah daerah berkewajiban memastikan warga memperoleh hunian yang layak, aman, serta memiliki akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan mata pencaharian.

Pentingnya Kecepatan dan Ketepatan Data

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan data dalam penanganan bencana. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menyelesaikan pendataan, verifikasi, dan validasi kerusakan serta kerugian secara cermat dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

“Jangan ada warga yang terlewat, jangan ada kerusakan dan kerugian yang tidak tercatat. Data yang baik adalah bentuk pelayanan kita kepada rakyat,” tegasnya.

Seluruh data yang telah divalidasi diminta segera disampaikan kepada Pemprov Sumbar untuk dihimpun secara terpadu.

Data tersebut akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan Jitu Pasna (Kajian Kebutuhan Pasca bencana) dan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana (R3P). Jitu Pasna berfungsi sebagai kajian teknokratis untuk menghitung secara sistematis besaran kerusakan fisik, kerugian ekonomi, serta kebutuhan pemulihan akibat bencana.

Hasil kajian ini kemudian menjadi dasar penyusunan Dokumen R3P, yakni dokumen perencanaan resmi pemerintah yang memuat arah kebijakan, strategi, program, dan pembiayaan rehabilitasi serta rekonstruksi, sekaligus menjadi acuan penganggaran dari berbagai sumber, baik APBN, APBD, maupun sumber sah lainnya, agar pemulihan wilayah terdampak berjalan terukur, terpadu, dan berkelanjutan.

Gubernur juga mengingatkan bahwa sebagai masyarakat Minangkabau, keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal merupakan nilai yang terus dijaga. Alam bukanlah lawan yang harus ditaklukkan, melainkan titipan yang wajib dirawat. Ketika alam memberi tanda, tugas manusia adalah membaca dengan bijak dan bertindak dengan penuh kerendahan hati.

Kepada seluruh bupati, wali kota, perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta para camat, wali nagari, lurah, dan kepala desa, Gubernur berpesan bahwa menjaga keselamatan jiwa masyarakat adalah amanah besar. Setiap langkah mitigasi dan setiap data yang disusun merupakan bagian dari pertanggungjawaban, tidak hanya kepada masyarakat hari ini, tetapi juga kepada generasi yang akan datang, dan pada akhirnya kepada Allah SWT.

Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Sumatera Barat untuk terus memperkuat kebersamaan. Dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, disertai doa dan kepedulian bersama, Sumatera Barat pasti mampu melewati ujian ini, bangkit dengan lebih tangguh, dan melangkah ke depan dengan kebijaksanaan.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT