Kabupaten SijunjungSumatera Barat

Pemkab Sijunjung Gelar Musrenbang RKPD 2024 dan Rembuk Stunting

164
×

Pemkab Sijunjung Gelar Musrenbang RKPD 2024 dan Rembuk Stunting

Sebarkan artikel ini
Musrenbang Rkpd 2024 Dan Rembuk Stunting Kabupaten Sijunjung
Musrenbang RKPD 2024 dan Rembuk Stunting Kabupaten Sijunjung. (f/dicko)

Sijunjung, Mjnews.id – Bupati Benny Dwifa Yuswir membuka Musrenbang RKPD Tahun 2024 dan Rembuk Stunting Tahun 2023 Kabupaten Sijunjung, di Gedung Pancasila Muaro, Kamis (30/3/2023).

Adapun musrenbang RKPD itu mengusung tema Pemerataan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat melalui Transpormasi Ekonomi yang Inklusif dan berkelanjutan.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Bupati Benny Dwifa mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian proses penyelenggaraan Musrenbang, mulai dari tingkat Nagari, Kecamatan, dan Kabupaten.

“Musrenbang ini dilaksanakan tentu agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan sukses, tepat manfaat, tepat sasaran, dan sesuai dengan arah pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga diperlukan proses perencanaan pembangunan yang baik dan benar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Ranah Lansek Manih,” sebut Bupati.

Dikatakan Benny, musrenbang ini merupakan salah satu wadah untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan daerah yang terintegrasi, sehingga dapat dilahirkan kesepakatan terhadap prioritas program pembangunan daerah Tahun 2024 serta strategi dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting pada tahun ini dan keberlanjutannya pada Tahun 2024.

“Berdasarkan data BPS, kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Sijunjung pada Tahun 2022, mengalami kemajuan yang cukup siginifikan yang ditandai semakin meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 68,69 poin atau meningkat sebesar 1,22% dari Tahun 2021 (melebihi target RPJMD),” ujarnya.

Lanjutnya, PDRB juga ada peningkatan per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dari sebesar 40,31 juta rupiah pada Tahun 2021 menjadi sebesar 44,39 juta rupiah tahun 2022 (melebihi target RPJMD).

“Turunnya tingkat kemiskinan dari 6,8% pada tahun 2021 menjadi 6 % tahun 2022 dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 15.070 jiwa (melebihi target RPJMD), menurunnya tingkat ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh yang diukur melalui Gini Ratio pada Tahun 2022 sebesar 0.243 atau lebih rendah dari Tahun 2021 sebesar 0,270 (melebihi target RPJMD), meningkatnya pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2022 sebesar 3,95% atau tumbuh sebesar 0,80% dari Tahun 2021 sebesar 3,15% (melebihi Target RPJMD),” urai Benny.

Untuk tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2022 sebesar 4,87% atau mengalami kenaikan sebesar 1,30% dari Tahun 2021 sebesar 3,57%, namun masih melebihi 6 target RPJMD.

“Kenaikan tingkat pengangguran terbuka ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia di Kabupaten Sijunjung. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama dalam melakukan upaya-upaya untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan serta meningkatkan kualitas pelatihan prakerja bagi pencari kerja di Kabupaten Sijunjung,” tutur Bupati muda itu.

Di sisi lain, sebut Benny, penurunan angka prevalensi stunting merupakan isu Nasional dan sekaligus menjadi permasalahan pokok pembangunan daerah yang sangat penting menjadi perhatian secara bersama.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI awal Tahun 2023, angka prevalensi stunting Kabupaten Sijunjung pada Tahun 2022 sebesar 30,0% atau mengalami penurunan 0,1% dibanding Tahun 2021.

“Sesuai data SSGI tersebut, tercermin bahwa angka prevalensi stunting Kabupaten Sijunjung masih pada kategori tinggi dibandingkan dengan Nasional sebesar 21,6% dan Provinsi sebesar 25,2%,” ungkapnya.

Untuk menjawab permasalahan pembangunan Sijunjung kedepannya, Bupati berharap adanya kesamaan persepsi kita bersama dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting.

“Terutama dalam melakukan intervensi spesifik, diantaranya pemberian tablet darah bagi remaja putri, wanita usia subur dan ibu hamil, pemantauan pertumbuhan Balita dan sebagainya,” pungkas.

(Dicko)

Kami Hadir di Google News