Penanggulangan Kemiskinan
Pada tahun 2023, Sumatera Barat menunjukkan prestasi mengagumkan dalam penanggulangan kemiskinan, menduduki peringkat terendah keenam di tingkat nasional dan kedua di Pulau Sumatera. Angka kemiskinan turun rata-rata sebesar 0,21% per tahun.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bertekad untuk mencapai angka kemiskinan ekstrem nol persen di beberapa wilayah pada tahun ini.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, masih terdapat sembilan kabupaten di Sumbar yang memiliki angka kemiskinan di atas rata-rata tingkat provinsi, yakni sekitar 6,04 persen. Di antaranya adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan angka 13,97 persen, Pesisir Selatan 7,11 persen, Kabupaten Solok 7,12 persen, Padang Pariaman 6,25 persen, Agam 6,22 persen, Limapuluhkota 6,59 persen, Solok Selatan 6,51 persen, dan Pasaman Barat 6,93 persen.
Namun, terdapat pula beberapa Kabupaten dan Kota di Sumbar yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di bawah rata-rata tingkat provinsi, yaitu Kota Padang, Solok, Sawahlunto, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Pariaman. Serta Kabupaten Dharmasraya, Tanah Datar, dan Sijunjung.
IPM Sumbar di Atas Rata-rata Nasional
Di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Provinsi Sumatera Barat berhasil mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih tinggi daripada rata-rata nasional pada tahun 2022.












