BeritaPadang Panjang

Muhammadiyah Pabasko Sambut Tahun Baru Islam 1446 H dengan Tablig Akbar, Ini Jadwalnya

1299
×

Muhammadiyah Pabasko Sambut Tahun Baru Islam 1446 H dengan Tablig Akbar, Ini Jadwalnya

Sebarkan artikel ini
Dosen LIPIA Jakarta yang berasal dari Suriah Syeikh Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pabasko
Dosen LIPIA Jakarta yang berasal dari Suriah Syeikh Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pabasko. (f/ist)

Mjnews.id – Menyambut masuknya tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah, yang jatuh bertepatan dengan Minggu, 7 Juli 2024, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang Panjang, Batipuh, X Koto (Pabasko), menggelar tablig akbar.

“Tablig Akbar kita laksanakan Sabtu, 6 Juli 2024 pagi. Narasumbernya adalah Syeikh Dr. Muhammad bin Ahmad Al-Khatib asy-Syami az-Zubaidy. Beliau adalah dosen LIPIA Jakarta yang berasal dari Suriah, kini sedang memberi kursus singkat bagi santri Pesantren Kauman Padang Panjang,” ujar Ketua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Kauman, Suheri.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, selain menyambut tahun baru hijriyah itu, kegiatan yang melibatkan seluruh pimpinan, anggota, simpatisan, dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Daerah Pabasko itu, juga dalam rangka memperingati 115 Tahun Perjalanan Muhammadiyah, versi penanggalan hijriyah.

Suheri mengatakan, pada kesempatan itu Muhammadiyah Daerah Pabasko juga akan menandai dimulainya program Gebyar 200 KTAM Gratis.

“Kita juga menampilkan kehandalan dan kemampuan tahfiz santri kita; Mutawakkil Mahbub. Dia adalah juara lomba tahfiz Alquran di RCTI tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pabasko, Musriadi Musanif, mengimbau keluarga besar Muhammadiyah untuk menghadiri kegiatan tablig akbar itu, sebagai momen penting bagi Muhammadiyah dalam mendorong penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

“Penentuan awal bulan Hijriyah selalu menjadi topik penting dalam kehidupan umat Islam. KHGT hadir untuk menawarkan solusi yang lebih sistematis, dalam menetapkan awal bulan baru berdasarkan kriteria astronomis yang jelas. Dalam KHGT, awal bulan baru ditentukan oleh beberapa parameter utama, yaitu imkan rukyat dan konjungsi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, imbuhnya, imkan rukyat adalah kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama, setelah terjadinya konjungsi atau ijtimak.

Menurut KHGT, imkan rukyat terjadi ketika tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minima 18 derajat, saat matahari terbenam di belahan bumi mana pun.

Selain itu, konjungsi harus terjadi sebelum pukul 12:00 malam waktu Greenwich (GMT) untuk dapat menentukan awal bulan yang baru pada hari berikutnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT