Padang Panjang

SLB Bima Padang Panjang Adakan Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

289
×

SLB Bima Padang Panjang Adakan Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini
Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus
SLB Bima Padang Panjang Adakan Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus. (kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Bina Mandiri Anak (BIMA) Padang Panjang mengadakan Workshop Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus. Dengan tema Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus dan Motorisasi Pendidikan Inklusi Menuju SDM Berkualitas Melalui Merdeka Belajar, Rabu (9/2/2022) di Gedung M. Syafei.
Dengan pemateri, Prof. Dr. Marlina, S.Pd, M.Si dan Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si, kegiatan ini diikuti kepala sekolah dan kepala SLB di Kota Padang Panjang,  wali murid SLB BIMA Padang Panjang, Kota Solok, Kota Pariaman dan Kota Padang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Ali Tabrani, M.Pd yang membuka kegiatan ini, menyampaikan apresiasi kepada SLB Bima yang telah mengadakan workshop ini.
“Kegiatan seperti ini sudah lama tidak diadakan di Kota Padang Panjang,” katanya.
Dikatakanya, di Kota Padang Panjang ada enam SLB. Dengan sistem zonasi, anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa mendapat pendidikan di sekolah reguler.
“Namun, tidak semua pendidik memiliki kemampuan dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus ini. Mudah-mudahan dengan workshop ini, dapat menambah pemahaman yang sama, serta pelayanan yang tepat terhadap anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.
Ali Tabrani berharap, anak berkebutuhan khusus ini  dapat perlakuan dan layanan dengan maksimal.
“Anak berkebutuhan khusus harus ditangani dengan khusus. Jangan sampai mereka tersisihkan, mendapat bully-an dan diabaikan,” harapnya.
Indang Dewata, Ketua Yayasan SLB Autis Bima Sumatera Barat, yang juga pemateri dalam kegiatan ini menyampaikan, anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah tamu istimewa yang kita undang untuk hadir di alam kehidupan kita atas kehendak Tuhan. Gejala anak berkebutuhan khusus  terdiri dari adanya hambatan dalam perilaku, komunikasi, dan sosial. 
Dikatakannya, autis, ADHD, speech delay sangat erat hubungannya dengan pencemaran udara dan tenaga kesehatan. “Semakin erat kita berhubungan dengan zat kimia, seperti obat-obatan semakin ada kemungkinan untuk berpotensi mengalami gangguan tumbuh kembang pada anak,” jelasnya.
Menurutnya, mengukur kecerdasan anak tidak hanya nilai sekolah saja. Anak berkebutuhan khusus perlu dibantu menemukan apa yang diinginkannya, baik itu di bidang musik, olahraga, arkeologi, metafisika dan lainnya. Buka hati dan pikiran sebagai pendidik dan orang tua, supaya tidak terjebak ego dan ambisi terhadap anak.
“Dibutuhkan layanan yang tepat serta teamwork antara pendidik, orang tua serta anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Sehingga anak berkebutuhan khusus memiliki prestasi yang ekspert sesuai dengan minatnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SLB Bima Padang Panjang, Lisa Noveria, S.Pd menyebutkan, kegiatan ini merupakan ide dari ketua yayasan dan guru SLB Bima yang bertujuan meningkatkan ingatan terkait pendidikan inklusi terutama bagi orang tua dan pendidik.
“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, pemahaman kita tentang penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus akan lebih dalam sehingga proses identifikasi dan intervensi akan semakin baik dan berkembang,” ungkapnya.
(ads/arb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *