Yulian menyebut kegiatan ini bukan hanya relevan untuk kondisi darurat, tetapi juga menjadi upaya edukasi jangka panjang bagi masyarakat.
“Kegiatan ini adalah momentum untuk membangun kesadaran bersama. Saya mengajak seluruh peserta menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing dan tidak berhenti setelah pelatihan ini selesai,” kata Yulian Efi.
Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan jejaring relawan tangguh di tingkat lokal. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Basarnas, diharapkan akan terbentuk sistem penanggulangan bencana yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah tantangan geografis Solok Selatan yang kompleks.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas cakupannya agar koordinasi dalam penanggulangan bencana semakin kuat dan solid,” imbuhnya.
Kegiatan pemberdayaan ini dilaksanakan melalui metode penyampaian materi dan simulasi, dengan tujuan memberikan pemahaman praktis kepada para relawan.
(sus)












