BeritaJawa TengahTNI

Langkah Tua Agus di Balik Pembangunan Jembatan Garuda TMMD ke-128

29
×

Langkah Tua Agus di Balik Pembangunan Jembatan Garuda TMMD ke-128

Sebarkan artikel ini
Agus ikut membantu pembangunan Jembatan Garuda TMMD ke-128
Agus ikut membantu pembangunan Jembatan Garuda TMMD ke-128. (f/pendim)

Mjnews.id – Di tengah riuhnya semangat gotong royong pembangunan Jembatan Garuda, salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD Reguler ke- 128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, tampak barisan warga yang saling bahu-membahu melakukan estafet batu.

Tua muda melebur jadi satu, mengalirkan tenaga dari satu tangan ke tangan lain. Namun, di antara kebersamaan itu, sosok Agus mencuri perhatian.

ADVERTISEMENT

Agus, seorang pria lanjut usia, memilih jalannya sendiri. Dengan langkah pelan namun pasti, ia memilih memanggul batu demi batu itu dari bagian atas menuju lokasi pondasi di bagian bawah.

Meski keringat membasahi tubuhnya, tak sedikitpun raut wajah lelah mengurangi rasa semangatnya. Berkali-kali ia naik turun dari atas ke bawah, seakan lelah bukanlah halangan.

Kontras dengan usianya yang tak lagi muda, semangat Agus justru terlihat membara. Tanpa banyak bicara, ia menunjukkan dedikasinya melalui tindakan nyata.

“Iya, saya milih naik turun saja yang penting bisa ikut gabung. Saya senang bisa gabung, selain itu juga untuk kegiatan bagi saya. Harapannya dengan bergabung ini, pengerjaan jembatan jadi lebih cepat selesai, dan bisa segera dimanfaatkan oleh warga,” tuturnya di sela-sela kegiatan, Selasa (28/4/2026).

Bagi Agus, jembatan ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi harapan untuk mempermudah aktivitas sehari-harinya. Di usia yang tak lagi muda, ia banyak menghabiskan waktu berkebun, termasuk di desa tetangga yang menjadi sumber penghidupannya. Karena itu, ia sangat berharap jembatan ini segera bisa digunakan.

“Saya biasanya berkebun sampai di kebun Desa Ponjen, nanti kalau sudah jadi jembatannya bisa lebih cepat,” tambahnya.

Kehadiran Agus pun menjadi gambaran nyata, bahwa semangat gotong royong tidak mengenal usia. Di tengah derap pembangunan TMMD, ia membuktikan bahwa tekad dan kepedulian mampu mengalahkan keterbatasan.

Jembatan Garuda, kelak bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menyatukan hati dan harapan warga untuk kehidupan yang lebih baik. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT