BeritaKesehatanMalang

Ini 20 Program Aksi Dinkes Pemkab Malang Mengatasi Stunting

1018
×

Ini 20 Program Aksi Dinkes Pemkab Malang Mengatasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Kabid Kesejahteraan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro berikan paparan percepatan penurunan stunting
Kabid Kesejahteraan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro berikan paparan percepatan penurunan stunting. (f/pemkab)

Mjnews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sangat serius menangani kasus stunting atau gizi buruk. Untuk mengatasi stunting, sejumlah program strategis telah disiapkan.

Kabid Kesejahteraan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro, mengungkapkan pada Rabu 22 Mei 2024, di Rays Hotel UMM bahwa pihaknya menerapkan 20 program aksi penurunan angka stunting.

ADVERTISEMENT

Ia merinci program-program tersebut, termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), jaminan persalinan (jampersal), manajemen terpadu balita sakit (MTBS), serta kemitraan bidan dan dukun.

Program penurunan stunting lainnya meliputi penyeliaan fasilitatif dan bimbingan teknis, audit maternal perinatal (AMP), serta program pencegahan penularan ibu ke anak (P3IA).

Sebagai langkah pencegahan, Gunawan menyebutkan pentingnya pelayanan anak usia sekolah, pelayanan remaja, dan konseling ASI.

“Kami juga memprogramkan pemberian makan bayi dan anak untuk kader kesehatan, bulan timbang, pemberian tablet tambah darah, pemberian makanan tambahan dan vitamin A, serta monitoring kandungan garam makanan,” jelasnya.

Pemberian layanan pencegahan stunting juga dilakukan melalui imunisasi, posyandu, ANC terpadu, dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat 17,7 persen. Ini berarti 1 dari 6 balita berisiko mengalami gizi buruk.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT