BeritaKabupaten Solok

TPID Padang Pariaman Sharing Informasi ke Kabupaten Solok

379
×

TPID Padang Pariaman Sharing Informasi ke Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
TPID Padang Pariaman Sharing Informasi ke Kabupaten Solok
TPID Padang Pariaman Sharing Informasi penanganan inflasi dan bawang merah ke Kabupaten Solok. (f/pemkab)

Mjnews.id – Bupati Solok diwakili oleh Asisten II Deni Prihatni, menyambut kedatangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Padang Pariaman yang berkunjung ke Kabupaten Solok di Ruang Rapat PKK, Selasa 27 Agustus 2024.

Turut hadir, Kepala OPD, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Solok, Yossi Agusta, TPID Kabupaten Solok dan TPID Kabupaten Padang Pariaman.

ADVERTISEMENT

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Solok menerima kunjungan TPID Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka sharing informasi tentang upaya penanganan inflasi daerah dan terkait komoditi bawang merah.

Kepala Bagian Yossi Agusta mengatakan, TPID di Kab Solok melakukan beberapa langkah dalam penanganan inflasi. Menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga dengan melakukan pemantauan dan pelaporan harga kebutuhan pokok setiap hari melalui Aplikasi Sigadis.

Dia sampaikan, melaksanakan pengawasan persediaan bahan kebutuhan pokok di tingkat distributor. Pelaksanaan operasi pasar untuk menyediakan barang kebutuhan pokok difasilitasi oleh Toko Tani Indonesia Center.

Juga melaksanakan monitoring dan pemantauan harga pasar, termasuk gas LPG 3 Kg dan memonitoring bantuan cadangan pangan pemerintah. Menjaga Ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pangan.

Bupati Solok diwakili oleh Asisten II Deni Prihatni, mengucapkan selamat datang sekaligus permohonan maaf Bupati Solok karena tidak dapat menghadiri dan menyambut Bapak/Ibu di ruangan pada hari ini karena ada agenda yang tidak dapat diwakilkan.

Deni Prihatni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Solok menyediakan benih gratis bagi petani sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi ini. Produksi bawang merah sekitar 500 ton per hari. Luas tanam sekitar 13 ribu hektare.

Selain ketersediaan komoditi cabe dan bawang, kami juga berupaya untuk meningkatkan kualitas komoditi ini.

“Dengan melakukan distribusi komoditi ke daerah lain tentu ini menjadi upaya untuk membantu petani menjual hasil taninya dengan harga yang sepadan,” ujarnya.

Dikatakan Deni Prihatni, Kabupaten Solok menjadi satu-satunya daerah yang memiliki program Champion Bawang di pulau Sumatera. Perlu diketahui Champion adalah petani penggerak binaan pemerintah untuk mendukung stabilisasi harga dan pasokan satu komoditas pangan.

“Semoga Bapak Ibu semua betah dan nyaman selama berada di Kabupaten Solok dan semoga silaturahmi kita ini dapat terus terjalin hendaknya,” tutup Deni.

(sis)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT